1.444 Siswa SMAN 1 Singaparna Ikuti Pesantren Ekologi Selama Ramadan

Sejumlah siswa SMAN 1 Singaparna tampak tengah melakukan aksi bersih bersih disekitar lingkungan sekolah. Jumat (06/03/26).

INILAHTASIK.COM | Suasana Ramadan di SMAN 1 Singaparna tahun ini tampak berbeda. Para siswa tidak hanya menjalani kegiatan belajar mengajar dan pendalaman materi keagamaan seperti biasanya, tetapi juga diajak membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui program Pesantren Ekologi.

Sebanyak 1.444 siswa dari kelas X hingga XII terlibat dalam kegiatan tersebut. Selama bulan suci Ramadan, para pelajar mengikuti rangkaian aktivitas setiap hari mulai pagi hingga pukul 13.30 WIB di lingkungan sekolah.

Program yang berlangsung selama sepekan ini memadukan pembelajaran agama dengan praktik nyata menjaga kelestarian lingkungan. Selain mendapatkan materi tentang ibadah puasa, tarawih, dan nilai-nilai keislaman, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya merawat bumi.

Kepala SMAN Singaparna, Dede Irianto S.Pd, M.M.Pd, menjelaskan bahwa konsep Pesantren Ekologi sengaja dihadirkan untuk memperluas makna ibadah Ramadan, tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga tanggung jawab manusia terhadap alam.

Menurutnya, kegiatan Ramadan tahun ini dirancang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya lebih menitikberatkan pada kegiatan keagamaan semata, kini siswa juga diajak menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan.

“Selain memperdalam ilmu agama seperti materi puasa dan shalat tarawih, para siswa juga diajak memahami bagaimana cara menyayangi alam dan bumi sebagai bagian dari nilai keimanan,” ujar Dede saat ditemui di sekolah, Jumat 6 Maret 2026.

Dalam praktiknya, kegiatan Pesantren Ekologi di SMAN 1 Singaparna tidak hanya berupa penyampaian materi di kelas. Para siswa juga terlibat langsung dalam aktivitas kebersihan lingkungan, seperti membersihkan area sekolah serta tempat ibadah yang berada di sekitar lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Humas SMAN 1 Singaparna, Drs. Asep Yad, menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman siswa tentang ibadah di bulan Ramadan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

Ia menilai konsep Pesantren Ekologi selaras dengan program Pancawaluya Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menekankan pembentukan karakter pelajar, termasuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Materi tentang menjaga lingkungan juga dikaitkan dengan hadits dan dalil dalam pendidikan agama Islam. Jadi siswa memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari nilai keagamaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya menjadi pribadi yang religius, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *