INILAHTASIK.COM | Anas bin Malik bin Nadhir al-Khazraji al-Anshari (ra) adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad (ﷺ) yang paling setia dan terkenal sebagai pelayan Rasulullah (ﷺ) selama 10 tahun. Beliau lahir di Madinah pada tahun 10 sebelum Hijriyah atau pada 612 M, dan wafat di Basrah pada tahun 93 H (712 M) dalam usia lebih dari 100 tahun.
Masa Kecil dan Menjadi Pelayan Rasulullah (ﷺ) Ketika Nabi Muhammad (ﷺ) hijrah ke Madinah. Ibunda Anas, Ummu Sulaim (ra), membawa anaknya yang masih kecil kepada Rasulullah (ﷺ) dan berkata:
“Wahai Rasulullah, ini anakku Anas, dia cerdas dan patuh. Aku persembahkan dia untuk melayanimu”
Rasulullah (ﷺ) menerimanya dengan baik, dan sejak saat itu (usia 10 tahun), Anas tinggal bersama Nabi (ﷺ), membantu keperluan beliau, dan belajar langsung darinya.
Pengabdian dan Kesetiaannya
Anas bin Malik (ra) meriwayatkan banyak hadits karena selalu mendampingi Nabi (ﷺ). Beliau bercerita:
“Aku melayani Nabi (ﷺ) selama 10 tahun, tidak pernah sekalipun beliau memarahiku atau mengatakan, Mengapa kau lakukan ini? atau Mengapa tidak kau lakukan itu?” (HR. Bukhari & Muslim).
Keistimewaan Anas bin Malik (ra)
1. Periwayat Hadits Terbanyak- Anas meriwayatkan lebih dari 2.200 hadits karena lama bersama Nabi ().
2. Didikan Langsung Nabi (ﷺ) – Beliau belajar akhlak, kesabaran, dan kelembutan langsung dari Rasulullah.
3. Panjang Umur & Berkah – Anas hidup lebih dari 100 tahun dan selalu sehat, suatu keberkahan dari doa Nabi (ﷺ).
4. Sahabat yang Dicintai – Nabi (ﷺ) pernah mendoakannya:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah hidupnya.” (HR. Bukhari).
Peran Setelah Nabi Wafat
Anas (ra) ikut dalam pembukaan beberapa wilayah Islam di masa Khulafaur Rasyidin. Beliau kemudian menetap di Basrah (Irak) dan menjadi guru hadits bagi banyak tabi’in, seperti Hasan al-Bashri dan Ihn Sirin.
Wafatnya Anas bin Malik (ra)
Beliau wafat di Basrah pada masa pemerintahan Al-Walid bin Abdul Malik (93 H). Sebelum wafat, beliau berkata:
“Aku telah menyampaikan hadits yang kudengar dari Rasulullah (ﷺ) kepada manusia. Jika ada yang salah, itu dari aku dan setan.”*
Anas bin Malik (ra) meninggalkan warisan ilmu yang besar bagi umat Islam. Kisah hidupnya mengajarkan kesetiaan, ketawadhu’an, dan cinta kepada Nabi ().
Semoga Allah meridhainya dan mengumpulkannya bersama Rasulullah (ﷺ) di surga. Aamiin.
(Sumber: Siyar A’lam an-Nubala’, Al-Bidayah wan Nihayah, Shahih Bukhari-Muslim)











