DMI, PRIMA DMI, dan BKMM Kota Tasikmalaya Kecam Keras Penyerangan di Masjid Agung Sibolga  

INILAHTASIK.COM | Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya, PRIMA DMI Kota Tasikmalaya, dan Badan Komunikasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kota Tasikmalaya menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait insiden penyerangan yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara.

 

Ketua DMI Kota Tasikmalaya, H. Tatang Faried, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. “Kami, Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Tasikmalaya, Pimpinan Daerah PRIMA DMI Kota Tasikmalaya, serta Badan Komunikasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kota Tasikmalaya, menyampaikan keprihatinan dan kecaman keras atas insiden biadab yang terjadi di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu, 1 November 2025. Insiden ini mengakibatkan seorang musafir meninggal dunia akibat pengeroyokan di area masjid,” ujarnya.

 

Pihaknya mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan menilai sebagai perbuatan tidak manusiawi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. 

“Tindakan ini mencoreng kesucian dan kehormatan masjid sebagai rumah Allah yang seharusnya menjadi tempat aman, damai, dan menenteramkan bagi setiap umat,” tegas H Tatang, dalam pernyataan sikapnya, Selasa 4 November 2025.

 

DMI Kota Tasikmalaya mendukung penuh sikap Pimpinan Pusat DMI agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. “Kami menuntut agar keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak terulang kembali,” imbuhnya.

 

Selain itu, DMI Kota Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masjid di Kota Tasikmalaya untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

 

– Pertama, memperkuat pengawasan dan koordinasi antar pengurus masjid untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

– Kedua, menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan ukhuwah Islamiyah kepada seluruh jamaah tanpa memandang latar belakang.

– Ketiga, menolak segala bentuk kekerasan di area masjid dan mengedepankan musyawarah serta kebijaksanaan dalam menyelesaikan setiap persoalan.

 

“Kami berkomitmen untuk terus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang damai, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua dalam menjaga kehormatan rumah-Nya dan persatuan umat Islam di Kota Tasikmalaya maupun seluruh Indonesia,” pungkas H. Tatang Faried.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *