Desa Sodonghilir Tasikmalaya Gelar Milangkala ke-151, Perkuat Semangat Gotong Royong  

INILAHTASIK.COM | Desa Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, akan menggelar kegiatan Milangkala Desa ke-151 pada tanggal 20-21 November 2025. Acara ini menjadi wujud syukur atas hari lahir Desa Sodonghilir dan akan diisi dengan berbagai kegiatan yang memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Jajang, menjelaskan bahwa Milangkala tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana selama dua hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai satu minggu penuh.

“Untuk kegiatan milangkala tahun ini, mungkin termasuk yang sederhana, pelaksanaanya pun hanya dua hari. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acaranya pun sampai satu minggu full,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa 11 November 2025.

Tema yang diangkat pada Milangkala kali ini adalah “Ngaruat Budaya, Ngaguar Sajarah, Ngawangun Desa” (Merawat Budaya, Menggali Sejarah, Membangun Desa). Tema ini mencerminkan kepedulian masyarakat Desa Sodonghilir terhadap seni budaya, sejarah, dan semangat gotong royong dalam membangun desa.

Kepala Desa Sodonghilir, H. Ai Hidayat S.IP, mengatakan bahwa di usia yang ke-151, Desa Sodonghilir terus berbenah diri sebagai desa mandiri. Pembangunan desa dilakukan dengan skala prioritas yang menunjang perkembangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap masa pasti ada tuntutan yang berbeda dari masyarakat, dan kami dari pihak pemerintah desa pun, pasti akan menjawab setiap tuntutan tersebut, sepanjang memang akan berdampak positif terutama terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tuturnya.

Sejak menjabat sebagai kepala desa pada tahun 2021, Ai Hidayat telah mewujudkan berbagai pembangunan di Desa Sodonghilir. Salah satunya adalah peningkatan ekonomi melalui program Bumdes, mencakup sektor usaha seperti toko kelontongan, photo studio, jasa pengiriman barang, BRIling, hingga peternakan ayam.

“Itu mungkin termasuk salah satunya ya. Yang lainya yaitu peningkatan sarana pertanian, mengingat wilayah Desa Sodonghilir ini, hampir 45 persennya merupakan lahan pertanian. Makanya program perbaikan sarana pertania, seperti perbaikan irigasi juga sudah kita lakukan,” jelasnya.

Selain itu, pelayanan masyarakat juga menjadi fokus utama. Program pelayanan masyarakat, baik untuk kebutuhan pengadministrasian maupun jaringan sosial, telah terlaksana dengan baik.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai fasilitas umum yang belum maksimal, Ai Hidayat menjelaskan bahwa semua sudah masuk dalam perencanaan pembangunan ke depan.

“Semua perencanaan pembangunan kan melalui Musdes, jika ada yang belum dilaksanakan bukan berarti kita abaikan, namun kan ada skala prioritas, berdasarkan pada anggaran yang ada. Jadi intinya semua kebutuhan masyarat sebenarnya menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *