Mitigasi Bencana Sejak Dini, KSB Cipatujah Edukasi Anak PAUD Lewat Simulasi

INILAHTASIK.COM | Kampung Siaga Bencana (KSB) Cipatujah menggelar kegiatan mitigasi bencana yang berfokus pada edukasi dan pelatihan bagi anak-anak usia dini, di PAUD Ash Shobirin, Kamis 13 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sejak dini, sehingga anak-anak memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

Ketua KSB Cipatujah, Zaenal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KSB dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. 

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak bencana. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memberikan edukasi dan pelatihan yang sesuai dengan usia mereka, agar mereka tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai jenis-jenis bencana yang sering terjadi di wilayah Cipatujah, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. 

Tim dari Puskesmas Cipatujah memberikan penjelasan mengenai cara-cara pertolongan pertama pada korban bencana, sementara perwakilan dari kepolisian memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban saat terjadi bencana.

Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan simulasi evakuasi bencana. Anak-anak PAUD Ash Shobirin diajarkan cara mencari tempat berlindung yang aman saat terjadi gempa bumi, cara mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi saat terjadi banjir, serta cara menghindari area berbahaya saat terjadi tanah longsor. 

Simulasi ini dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Dengan adanya kegiatan mitigasi bencana ini, dapat menciptakan generasi yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya mitigasi bencana, sehingga risiko dampak bencana dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *