Opini  

Enam Tingkatan Mencapai Derajat Saleh

INILAHTASIK.COM | Kesalehan bukan sekadar label, tetapi kualitas yang perlu diusahakan. Untuk mencapai kesalehan sedikitnya ada 6 tingkatan yang akan membantu seorang muslim menggapai derajat saleh yang sesungguhnya.

وقال إبراهيم بن أَدْهَمَ لا يَنالُ الرَّجُلُ دَرَجَةَ الصَّالِحِينَ :حَتَّى يجوز سِتْ عَقَبَاتٍ

Ibrahim bin Adham berkata: “Seseorang tidak akan mencapai derajatnya orang-orang shalih hingga ia melewati enam rintangan:

 يُغْلِقُ بابَ النِّعْمَةِ وَيَفْتَحُ بِابَ الشِّدَّةِ

1. Menutup pintu kenikmatan dan membuka pintu kesulitan

Jalan menuju Allah bukanlah jalan penuh kemewahan dan kesenangan. Seorang salik harus siap meninggalkan kenikmatan dunia yang melalaikan, sebab ujian dan kesulitanlah yang membuat hati menjadi lebih kuat, lebih tawakal, dan lebih dekat dengan Allah. Jadi janganlah takut kehilangan nikmat dunia, karena kesulitan merupakan pintu menuju kenikmatan akhirat.

يُغْلِقُ بابَ العِزَّ وَيَفْتَحُ بَابَ الذُّلُّ

2. Menutup pintu kemuliaan dan membuka pintu kerendahan

Orang shalih tidak mencari kemuliaan di hadapan manusia. la justru merendahkan dirinya, mengakui kelemahan di hadapan Allah. Kemuliaan sejati bukan pada status atau kedudukan, melainkan pada kerendahan hati dan ketundukan kepada Sang Pencipta. Maka siapa yang merendah karena Allah, maka Allah akan meninggikannya di dunia dan akhirat.

يُغْلِقُ بِابَ الرّاحَةِ وَيَفْتَحُ بِابَ التَّعَبِ

3. Menutup pintu kenyamanan dan membuka pintu kepayahan

Untuk mencapai derajat orang-orang shalih, diperlukan kesungguhan dan pengorbanan. Mereka tidak memanjakan diri dengan kenyamanan, tapi rela bersusah payah dalam ibadah, menuntut ilmu, dan berkhidmat di jalan Allah. 

Kelelahan di dunia menjadi jalan menuju istirahat abadi di surga. Maka barangsiapa yang berlelah-lelah di jalan Allah, kelak ia akan beristirahat di surga dengan penuh ketenangan.

 يُغْلِقُ بابَ النَّوْمِ وَيَفْتَحُ بَابَ السَّهَرِ

4. Menutup pintu tidur dan membuka pintu bangun malam (untuk ibadah)

Tidur adalah kebutuhan, tapi terlalu banyak tidur melalaikan. Orang shalih menjaga malamnya dengan qiyamullail, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Bangun sebentar di malam hari jauh lebih berharga di sisi Allah daripada tidur panjang yang sia-sia. Air mata yang menetes di sepertiga malam lebih berharga daripada tawa di sepanjang siang.

 يُغْلِقُ باب الغنى وَيَفْتَحُ بَابَ الفَقْرِ

5. Menutup pintu kekayaan dan membuka pintu kefakiran

Kekayaan yang hakiki bukanlah banyak harta, melainkan hati yang merasa cukup dengan Allah. Orang shalih tidak bergantung pada dunia.

Meski memiliki harta berlimpah, ia tetap merasa fakir di hadapan Allah, sadar bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan. Ingatlah bukan banyaknya harta yang membuat bahagia, tetapi hati yang selalu merasa cukup.

٦. يُغْلِقُ بابَ الأَمَلِ وَيَفْتَحُ بَابَ الاسْتِعْدادِ لِلْمَوتِ

6. Menutup pintu angan-angan panjang dan membuka pintu persiapan untuk mati

Angan-angan panjang membuat manusia lalai. Orang shalih selalu sadar bahwa kematian bisa datang kapan saja. la tidak tenggelam dalam rencana duniawi yang panjang, tapi sibuk menyiapkan bekal untuk akhirat, aubat, amal shalih, dan hati yang ikhlas. 

Percayalah setiap hembusan nafas adalah langkah menuju kematian, maka jadikanlah setiap langkah sebagai bekal untuk pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *