Rumah Tertutup Material Lumpur, 3.176 Penyintas di Pidie Jaya Aceh Masih Bertahan di Pengungsian

INILAHTASIK.COM | Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam membantu penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. 

Lima personel Tagana Kabupaten Tasikmalaya diberangkatkan untuk membantu korban banjir di Medan Sumatera Utara dan Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. 

Dari Kab. Pidie Jaya Provinsi Aceh, Wakil Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Ayatulloh Romdhoni, menyampaikan informasi terkini mengenai aktivitas Dapur Umum Lapangan yang telah memasuki hari keenam pasca-bencana.

Menurutnya, kegiatan Dapur Umum Lapangan adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh. 

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, serta mempercepat proses pemulihan kondisi mereka,” ujar Ayat, saat dihubungi melalui selulernya, Selasa, 2 Desember 2025.

Berdasarkan informasi terkini, kondisi para penyintas banjir mulai berangsur kondusif. Mereka telah ditempatkan di berbagai pos pengungsian yang tersebar di 18 lokasi di sekitar komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya, yang menjadi pusat Dapur Umum Kementerian Sosial. 

“Total, terdapat 3.176 jiwa pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi, antara lain, Masjid Kuta Bate: 278 jiwa, GP Manyang Lancok: 243 jiwa, Kantor DPRD Pidie Jaya: 48 jiwa, Meurasah Balek: 500 jiwa, Gedung MA: 45 jiwa, GP Beirawang: 570 jiwa, GP Manyang Cut: 400 jiwa, Rhieng Mancang: 80 jiwa, Posko Relawan: 75 jiwa, PU: 51 jiwa, Meunasah Lhok: 200 jiwa, Blang Cut: 50 jiwa, Teupin Peuratid: 50 jiwa, Gedung MTQ: 76 jiwa, Meunasah Cut: 278 jiwa, Posko TNI: 42 jiwa, Meuradeu/Pantai Marju: 75 jiwa, PDAM: 40 jiwa,” jelasnya.

Ayat menyebut, meskipun kondisi pengungsi mulai stabil, aktivitas masyarakat masih terbatas di lingkungan pengungsian. Hal ini disebabkan karena rumah-rumah warga masih tertutup material lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan. 

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi dan proses pemulihan berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *