INILAHTASIK.COM | Ratusan pecinta alam pada Sabtu, 06 Desember 2025, nampak memadati Gedung Creative Center Dadaha. Kehadiran mereka ternyata dalam rangka memperingati tiga dekade Perhimpunan Pendaki Gunung Penjelajah Rimba (PPGPR) HIRA dan lokakarya bertemakan “Risk Management”.
Kegiatan yang difokuskan pada keselamatan di alam bebas ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Dr H Deddy Mulyana S.STP, M.Si.
“Kita semua menyadari banyaknya kejadian kecelakaan bahkan hilangnya korban di alam bebas, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya kesadaran tentang bagaimana memahami bahaya dan menerapkan protokol keselamatan,” tutur Deddy.
“Kegiatan lokakarya ini menjadi langkah penting untuk menyadarkan kembali para penggiat pecinta alam tentang urgensi keselamatan dalam setiap aktivitas mereka,” tambahnya.
Selain itu, Deddy, juga menekankan pentingnya sinergitas, di mana para pendaki senior yang sudah berpengalaman bisa berbagi ilmu dan cerita dengan para pemula yang masih membutuhkan wawasan.
“Yang paling utama adalah bagaimana menjadi pecinta alam yang cerdas, yang mampu mengenali bahaya alam, bahaya teknis, dan bahkan bahaya yang muncul dari diri sendiri,” ujarnya.
Terpisah, Ketua PPGPR HIRA Periode ke-8, Jajang Kartiwa, menjelaskan bahwa lokakarya ini ditujukan untuk para peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki minat pada kegiatan di alam bebas.
“Kami sangat bersyukur karena jumlah peserta yang datang melampaui target. Awalnya kita hanya merencanakan 120 orang, tetapi ternyata ada sekitar 150 peserta yang mendaftar,” ungkapnya.
Jajang juga menyampaikan tujuan utama penyelenggaraan lokakarya ini, yaitu untuk meminimalisir risiko celaka pada para pendaki pemula.
“Sekarang ini, mendaki gunung tidak lagi sekadar aktivitas fisik semata, tetapi harus didasari oleh pengetahuan. Tujuan kita bukan hanya mencapai puncak, tetapi juga kembali ke dasar dengan selamat,” katanya.
“Kita tidak hanya datang ke gunung untuk mengambil foto atau momen, tetapi juga untuk belajar dan berbagi ilmu. Setiap pendakian harus memberikan manfaat, dan yang paling penting adalah kita semua pulang dengan selamat,” tambah Jajang.
Jajang mengungkapkan dalam rangka milangkala ke-30 PPGPR HIRA tidak hanya berisi kegiatan lokakarya Risk Management, tetapi juga telah melaksanakan ekspedisi ke Gunung Galunggung yang masih jarang dieksplor.
“Alhamdulillah, tim kami sudah berhasil menaklukkan 30 puncak di kawasan Galunggung selama ekspedisi tersebut,” pungkasnya.











