INILAHTASIK.COM | Dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim, terdapat untaian hikmah yang begitu dalam maknanya:
العِلْمُ حَرْبٌ لِلْفَتَى الْمُتَعَالِي كَالسَّيْلِ حَرْبٌ لِلْمَكَانِ الْعَالِي
“Ilmu adalah musuh bagi orang yang sombong, sebagaimana air yang mengalir merupakan musuh bagi tempat yang tinggi.”
Ungkapan ini menyentuh sisi terdalam dari perjalanan seorang penuntut ilmu. la mengingatkan bahwa ilmu tidak akan pernah bersahabat dengan kesombongan. Sebagaimana air selalu mengalir ke tempat rendah untuk memberi kehidupan, demikian pula ilmu akan menetap di hati yang rendah hati.
Orang yang meninggikan dirinya karena merasa lebih tahu, lebih pintar, atau lebih berilmu justru akan kehilangan keberkahan ilmu itu sendiri. Kesombongan menutup pintu hati dari petunjuk dan menjerumuskan seseorang pada kebodohan yang terselubung.
Sombong adalah dinding yang menutup cahaya pengetahuan, sedangkan rendah hati membuka jalan bagi pemahaman yang mendalam.
Ilmu sejati bukan sekadar hafalan atau kecerdasan, melainkan cahaya yang menuntun menuju kebijaksanaan dan kedekatan dengan Allah. Cahaya itu tidak akan pernah singgah di hati yang angkuh.
Murid sejati belajar bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk memperbaiki akhlak, memperluas manfaat, dan menebar kebaikan.
Sebagaimana air yang lembut mampu mengikis batu yang keras, kerendahan hati pun mampu melunakkan hati yang beku dan membimbing jiwa menuju kemuliaan.
Tips menjadi pribadi yang Rendah Hati
1. Sadari bahwa semua ilmu milik Allah
Setiap pengetahuan yang kita miliki hanyalah titipan. Semakin kita tahu banyak, semakin kita sadar betapa sedikitnya yang kita pahami dari kebesaran ilmu Allah.
2. Belajar untuk mendengar, bukan hanya berbicara
Orang sombong selalu ingin didengar, sedangkan orang yang rendah hati lebih banyak mendengarkan dan memahami.
3. Jangan membandingkan diri dengan orang lain
Setiap orang memiliki jalan dan takdirnya sendiri. Kesombongan lahir ketika kita merasa lebih baik dari yang lain.
4. Bersyukur atas kelebihan, dan sadar atas kekurangan.
Rasa syukur menjaga hati dari sombong, sementara kesadaran akan kekurangan membuat kita terus belajar.
5. Bergaulah dengan orang saleh dan berilmu yang tawadhu
Lingkungan yang baik menanamkan sifat rendah hati, sebab sifat itu menular dari teladan yang kita lihat setiap hari.
6. Jadikan ilmu sebagai jalan pelayanan
Ilmu sejati bukan untuk kebanggaan, tetapi untuk memberi manfaat. Semakin banyak manfaat yang kita berikan, semakin tinggi derajat kita di sisi Allah bukan di mata manusia.
7. Jadikan Ilmu sebagai pengamalan
Ilmu itu tidak hanya untuk diajarkan, tetapi juga harus diamalkan. Sebab, hakikat ilmu yang sejati terletak pada pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ilmu diamalkan dengan tulus, ia akan menuntun hati menjadi lebih bijak dan menjadikan diri semakin rendah hati.
Sebab, semakin dalam seseorang memahami ilmu, semakin ia menyadari betapa banyak yang belum diketahuinya. Dengan demikian, ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi jalan menuju kebijaksanaan dan kerendahan hati.
Barang siapa ingin menjadi wadah bagi ilmu, rendahkanlah hatimu seperti lembah yang menampung air dari segala arah. Karena hanya hati yang rendah yang akan dipenuhi oleh ilmu yang tinggi.
Sebagaimana air tidak pernah bertahan di tempat yang tinggi, demikian pula ilmu tidak akan pernah menetap di hati orang yang sombong.



