Lansia di Kawalu Tasikmalaya Tak Pernah Terima Bansos dan Tak Tersentuh Layanan Kesehatan

Relawan Yayasan Padi saat menyerahkan bantuan beras dan uang tunai kepada Mak Mursih (80) warga Saguling Panjang Cilamajang Kawalu. Minggu (12/01/26).

INILAHTASIK.COM | Mak Mursih (80), warga Saguling Panjang RT 003 RW 007, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, hidup dalam keterbatasan dan hingga kini belum pernah tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

Selain kondisi fisik yang sudah renta, Mak Mursih juga mengalami gangguan penglihatan serius. Matanya tidak lagi bisa melihat secara normal. Dari gejala yang dirasakan, diduga ia menderita penyakit mata yang belum pernah mendapatkan penanganan medis.

Keterbatasan ekonomi membuat Mak Mursih hanya bisa pasrah dengan kondisi kesehatannya. Sehari-hari, ia menjalani hidup dengan penglihatan yang semakin kabur. Harapan untuk kembali melihat secara normal hanya menjadi angan-angan yang sulit terwujud, mengingat tidak adanya biaya untuk berobat.

Mendapati kabar adanya seorang lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, Yayasan Padi Nusantara Sejahtera menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa beras dan uang tunai kepada Mak Mursih. Bantuan tersebut diserahkan pada Minggu siang, 12 Januari 2026.

Relawan Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, Yanuar M Rifqi, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami Mak Mursih. Ia menilai, kasus seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Ini harus jadi perhatian serius Pak Wali Kota, terutama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Mak Mursih ini tidak tercover bantuan sosial pemerintah, kemudian kondisi kesehatannya pun tidak pernah diperiksa,” ujar Yanuar.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi warga lanjut usia yang hidup dalam kekurangan tanpa pendampingan dan perhatian dari pemerintah, baik dari sisi bantuan sosial maupun layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *