INILAHTASIK.COM | Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu, 24 Januari 2026. Peristiwa yang terjadi sejak dini hari tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan merusak belasan rumah warga di beberapa kecamatan.
Salah satu kejadian terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kampung Tagog RT 02 RW 03, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten. Angin kencang menyebabkan satu pohon mangga tumbang dan menimpa rumah milik Sahman Karya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menindaklanjuti kejadian itu, anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur terkait dan warga langsung melakukan gotong royong membersihkan material pohon tumbang agar lingkungan kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal.
Selain di Desa Buniasih, angin kencang juga terjadi di Kampung Cimanglid, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna. Sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa satu unit rumah dinas. TAGANA Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat melakukan evakuasi material pohon yang menimpa bangunan tersebut.
Ketua TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara, angin kencang berdampak pada sedikitnya 15 kepala keluarga dengan total 20 jiwa di berbagai wilayah.
“Dampak angin kencang pada Sabtu, 24 Januari 2026, tercatat terjadi di beberapa kecamatan. Sebanyak 15 KK dengan 20 jiwa terdampak, sebagian besar akibat pohon tumbang dan kerusakan atap rumah,” ujar Jembar saat dikonfirmasi, Sabtu sore.
Ia merinci, wilayah terdampak antara lain Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten, Desa Singaparna Kecamatan Singaparna, Desa Jahiang Kecamatan Salawu, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja, Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong, Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari, hingga Kecamatan Cigalontang dan Sodonghilir.
Jembar menyebut, secara umum kondisi di lokasi kejadian kini telah berangsur kondusif. Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar pohon-pohon besar dan bangunan yang rawan terdampak angin kencang,” pungkasnya.











