Akses Tasikmalaya–Pangandaran Lumpuh Akibat Longsor, Jalan Antar Desa Terputus Total

Nampak hampir setengah badan jalan penghubung Tasikmalaya-Pangandaran nayris putus akibat longsor. Senin malam (09/02/26). Foto | Istimewa

INILAHTASIK.COM | Hujan deras yang mengguyur wilayah bagian timur Kabupaten Tasikmalaya sejak siang hingga sore hari memicu longsor di jalur penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran. Akibat kejadian tersebut, akses utama yang menghubungkan Dusun Awiluar dan Dusun Cibenteur, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, tidak dapat dilalui kendaraan.

Material longsoran menutup badan jalan Sirnajaya–Citalahab sepanjang puluhan meter. Aparat kepolisian langsung memasang garis pembatas (police line) guna mencegah warga melintas, menyusul kekhawatiran masih terjadinya pergerakan tanah.

Kapolsek Karangjaya, Iptu Saptaji, menjelaskan bahwa longsor terjadi di sejumlah titik dengan kondisi yang cukup parah. “Pada titik pertama, panjang longsoran sekitar 10 hingga 15 meter dengan lebar jalan 2,5 meter, sementara kedalaman longsor mencapai 20 sampai 25 meter. Secara keseluruhan terdapat sekitar 10 titik longsor di jalur penghubung Desa Sirnajaya dan Desa Citalahab,” ujarnya di lokasi kejadian, Senin malam 9 Februari 2026.

Ia menegaskan, baik kendaraan roda empat maupun roda dua untuk sementara waktu sama sekali tidak diizinkan melintas. “Badan jalan hampir habis, sangat berbahaya jika dipaksakan. Akses dari Sirnajaya menuju Citalahab saat ini terputus total,” kata Saptaji.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut berdampak pada aktivitas warga. Beberapa rumah dilaporkan terisolasi karena jalur utama tidak dapat digunakan. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi. Namun pembersihan belum bisa dilakukan malam ini karena kondisi cuaca dan minimnya visibilitas,” tambahnya.

Petugas memutuskan menghentikan sementara upaya penanganan lantaran retakan tanah masih terpantau bergerak. Rencana evakuasi dan pembersihan akan dilanjutkan kembali hari ini jika kondisi memungkinkan.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dapil IV, Iyam Maryani, langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Legislator perempuan dari PDI Perjuangan tersebut mendatangi titik longsor di Dusun Awiluar dan Dusun Cibenteur meski di tengah malam.

Iyam menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh unsur yang terlibat, mulai dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, TNI, Polri, Brimob, hingga Pemerintah Desa Sirnajaya yang sigap melakukan penanganan awal.

Ia berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah cepat untuk menangani longsor tersebut. “Jalur ini bukan hanya akses antar desa, tetapi juga penghubung dua kabupaten. Perlu penanganan serius agar aktivitas warga bisa kembali normal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *