Dosen UMTAS Gelar TOT MP-ASI Berbasis Kearifan Lokal, Perkuat Peran Kader Cegah Stunting

Tim pengabdian masyarakat Dosen UMTAS, Mahasiswa dan Kader Posyandu foto bersama usai kegiatan TOT di aula Kel. Talagasari Kec. Kawalu belum lama ini.

INILAHTASIK.COM | Komitmen mendorong pemberdayaan masyarakat terus dilakukan kalangan akademisi. Kamis, 12 Februari 2026 lalu, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Training of Trainers (TOT) bagi kader posyandu, dengan fokus pada MP-ASI berbasis kearifan lokal serta pemantauan gizi balita. Materi yang disampaikan meliputi edukasi stunting, pentingnya ASI eksklusif, hingga praktik penyusunan menu MP-ASI dari bahan pangan lokal.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dosen UMTAS, Ida Herdiani M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya membangun peran strategis kader sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan TOT ini, kita tidak hanya berbicara tentang teori gizi, tetapi tentang transformasi peran kader sebagai agen perubahan di masyarakat,” ujar Ida Herdiani, saat berbincang dengan wartawan, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menegaskan, kader Posyandu memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam edukasi pemberian MP-ASI yang tepat dan bergizi, pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi, pemantauan pertumbuhan balita secara berkala, hingga deteksi dini risiko stunting.

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi kekuatan utama program ini. MP-ASI yang diperkenalkan tidak hanya harus memenuhi standar gizi, tetapi juga mudah diterima masyarakat, terjangkau, dan sesuai dengan budaya setempat.

“Kita ingin memastikan bahwa MP-ASI yang diperkenalkan bukan hanya bergizi, tetapi juga mudah diterima, terjangkau, dan sesuai budaya setempat. Dengan demikian, keberlanjutan program akan lebih terjamin,” tegasnya.

Ida menjelaskan, konsep TOT dirancang agar para kader tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi mampu menjadi pelatih bagi kader lainnya dan para ibu balita di wilayah masing-masing. Dengan pola ini, diharapkan kapasitas masyarakat meningkat secara berkelanjutan.

“Kami berharap kader mampu menyusun dan mempraktikkan MP-ASI berbasis pangan lokal yang memenuhi standar gizi, serta mampu melakukan pemantauan pertumbuhan dan pencatatan gizi secara tepat. Dari sini akan terbangun jejaring kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung di aula Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu tersebut, turut melibatkan Bidan Melsa Sagita Imaniar M.Keb dan Ade Kurniawati M.Keb sebagai anggota, serta dibantu mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan UMTAS.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Puskesmas Kawalu, dr. Budi Nugraha M.Kes. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif dosen dan mahasiswa UMTAS yang dinilai selaras dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Terima kasih untuk program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa UMTAS, khususnya dalam pengolahan MP-ASI dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat diimplementasikan oleh kader Posyandu dan bisa menjadi bahan untuk promosi kesehatan kepada masyarakat luas,” ungkap dr. Budi.

Ida Herdiani juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program pengabdian masyarakat pihaknya bersama sejumlah mahasiswa.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah dan investasi besar bagi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *