INILAHTASIK.COM | Suasana toko pakaian di kawasan Singaparna mendadak gempar setelah seorang perempuan paruh baya tiba-tiba terjatuh pingsan di tengah kerumunan pengunjung, Senin 16 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban yang diketahui bernama Etik (45), warga Kampung Taraju, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, hendak melakukan pembayaran di kasir. Namun sesaat sebelum membayar, ia menyadari uang yang dibawanya sudah tidak ada.
Seorang pelayan toko menuturkan, awalnya korban terlihat berdiri seperti biasa di depan kasir sambil hendak mengambil uang dari kantongnya. Namun tiba-tiba ia tampak panik dan berteriak.
“Awalnya dia berdiri di depan kasir, lalu saat mau mengambil uang dari kantongnya dia terlihat kaget. Dia langsung berteriak, ‘Astaghfirullah, uang saya hilang, uang saya hilang,’ setelah itu langsung pingsan,” ujar pelayan toko.
Kejadian tersebut sontak membuat pengunjung lain panik dan berusaha memberikan pertolongan. Beruntung, petugas lalu lintas yang sedang bertugas mengatur kendaraan di sekitar lokasi segera datang membantu.
Korban kemudian dibawa ke Pos Polisi terdekat untuk mendapatkan penanganan awal dari petugas kesehatan.
Petugas dari Dokkes Polres Tasikmalaya yang melakukan pemeriksaan menyebutkan, kondisi fisik korban sebenarnya dalam keadaan baik. Namun ia diduga mengalami syok setelah menyadari uangnya hilang.
“Secara umum kondisinya sehat, hanya tekanan darahnya cukup tinggi. Kemungkinan karena kelelahan setelah berkeliling berbelanja, lalu kaget saat mengetahui uangnya hilang sehingga langsung pingsan,” kata petugas Dokkes.
Sementara itu, adik korban menjelaskan bahwa mereka datang ke Pasar Singaparna untuk membeli pakaian bagi anak-anak menjelang Lebaran.
“Kami berangkat dari rumah memang mau belanja baju anak-anak. Kakak saya membawa uang sekitar Rp 450 ribu di dalam dompet yang disimpan di kantong. Tapi waktu mau bayar di kasir, uangnya sudah tidak ada, mungkin kecopetan. Dia kaget sekali sampai akhirnya pingsan,” tuturnya.
Setelah mendapatkan penanganan dan kembali sadar, Etik kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk beristirahat di rumah.











