Cinta Ditolak, Pria di Bojonggambir Ngamuk Bawa Golok dan Rusak Rumah Warga

Tampak kaca jendela rumah korban pecah usai dilempar batu oleh pelaku yang kesal karena cintanya di tolak. Selasa (31/03/2026).

INILAHTASIK.COM | Aksi pengrusakan rumah yang dilatarbelakangi persoalan asmara terjadi di Kampung Cioraya, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (31/03/2026), sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang pria bernama Dadin nekat mengamuk dan merusak rumah seorang perempuan berinisial ALS setelah cintanya ditolak.

Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, mengatakan bahwa peristiwa tersebut bukan kali pertama dilakukan pelaku. Sebelumnya, pelaku juga sempat mendatangi rumah korban pada Minggu (29/3/2026) dini hari dan melakukan pengrusakan.

“Sebenarnya kejadian ini sudah dua kali. Yang pertama pada hari Minggu tanggal 29 Maret sekitar pukul 00.10 dini hari, lalu pelaku datang lagi pada hari Selasa kemarin,” kata Agus, kepada wartawan, Rabu 1 April 2026.

Ia menjelaskan, pada kejadian pertama pelaku datang ke rumah korban sambil berteriak-teriak dan melempari bagian rumah menggunakan batu hingga menyebabkan kerusakan pada jendela. Korban saat itu memilih tidak bereaksi dan berharap pelaku tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Namun di luar dugaan, pelaku kembali mendatangi rumah korban pada Selasa siang sambil membawa sebilah golok dan mengamuk di depan rumah korban.

“Saat itu pelaku datang lagi sambil menenteng sebilah golok, berteriak-teriak dan membabatkan golok ke barang-barang yang ada di depan rumah korban,” jelasnya.

Situasi tersebut membuat korban dan warga sekitar panik. Sejumlah warga berlarian menyelamatkan diri, sementara beberapa warga lainnya berinisiatif mengamankan pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap secara beramai-ramai.

Kasus ini kemudian terungkap berkat respons cepat anggota kepolisian setelah menerima pengaduan masyarakat melalui layanan darurat 110. Petugas Polsek Bojonggambir langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari warga.

“Anggota kami bergerak cepat setelah menerima laporan melalui layanan 110 dan langsung menuju TKP untuk mengamankan pelaku,” ujar Agus.

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan pengrusakan karena merasa kesal lantaran cintanya ditolak oleh korban yang diketahui sudah memiliki suami.

“Korban menolak cinta pelaku karena korban sudah memiliki suami, sementara pelaku memang sudah lama menyimpan perasaan terhadap korban,” terangnya.

Saat diamankan petugas, pelaku yang dikenal sebagai preman kampung itu terlihat tak berkutik. Bahkan, ia sempat menangis ketika digiring ke Mapolsek Bojonggambir dalam kondisi tangan diborgol.

“Kami mengamankan pelaku beserta barang bukti satu buah golok, dan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *