Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya dan FIKes UMTAS Perkuat Gerakan untuk Cegah DBD

Pengurus Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya saat mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan 'Aisyiyah Sehat di Kampus UMTAS. Kamis (02/04/2026).

INILAHTASIK.COM | Gerakan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) berbasis masyarakat terus diperkuat di Kota Tasikmalaya melalui implementasi Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS) yang digagas Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya bersama Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (FIKes UMTAS), melalui gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”.

Ketua Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya, Ida Rosidawati, S.Kep. Ners, M.Kep, menjelaskan bahwa GRASS merupakan gerakan nasional ‘Aisyiyah yang telah dicanangkan sejak Tanwir I ‘Aisyiyah tahun 2018 sebagai bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Gerakan ini menegaskan peran ‘Aisyiyah dalam upaya promotif dan preventif kesehatan, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah, tetapi juga untuk masyarakat secara luas,” ujarnya, disela kegiatan di aula kampus UMTAS, Kamis 2 April 2026.

Dalam pelaksanaannya di Kota Tasikmalaya, kader ‘Aisyiyah didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Melalui program “1 Rumah 1 Jumantik”, setiap keluarga diharapkan memiliki satu anggota yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin guna mencegah berkembangnya penyakit DBD.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut, mulai dari edukasi kesehatan lingkungan, sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hingga pendampingan kader dalam melakukan pemantauan jentik di lingkungan warga. Pemanfaatan teknologi seperti WhatsApp Group juga diterapkan untuk memperkuat koordinasi dan pelaporan kegiatan secara berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMTAS, Asep Setiawan S.Kep. Ners, M.Kep, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya nasional menekan penyakit menular berbasis lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, narasumber dari Tim Tular Vektor dan Zoonosis Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Resti Widiawati AM.Keb, menilai pendekatan langsung ke masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan gerakan tersebut.

“Ketika satu rumah memiliki satu jumantik, masyarakat menjadi lebih sadar untuk rutin memeriksa tempat penampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan. Perubahan kecil ini sangat berdampak dalam mencegah DBD,” tuturnya.

Ia menambahkan, kader kesehatan memiliki peran strategis tidak hanya dalam memberikan edukasi, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga agar pesan kesehatan dapat diterapkan secara konsisten.

Ketua PDA Kota Tasikmalaya, Dr. Sunanih M.Pd, menegaskan bahwa GRASS sejalan dengan nilai dakwah ‘Aisyiyah dalam mengajak masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.

“Gerakan ini merupakan bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar, yaitu mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tim Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya lainnya, yakni Nina Pamela Sari S.Kep. Ners, M.Kep, Hj. Nia Restiana M.Kep. Ners, Sp.Kep.Jiwa, Sri Mulyanti S.Kep. Ners, M.Kep, serta Bdn. Sri Wahyuni Sundari, SST, M.Keb, yang turut berperan dalam pelaksanaan edukasi dan pendampingan kader di lapangan.

Melalui implementasi GRASS dan gerakan “1 Rumah 1 Jumantik”, Majelis Kesehatan PDA Kota Tasikmalaya berharap masyarakat semakin mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyakit berbasis vektor. Program ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam menekan angka kasus DBD di wilayah Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *