OJK Tasikmalaya Libatkan Penyuluh Agama di Ciamis untuk Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Momen foto bersama usai kegiatan ToT yang digelar OJK Tasikmalaya bagi penyuluh agama di Kabupaten Ciamis. Selasa (07/04/2026).

INILAHTASIK.COM | Upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya dengan menggandeng penyuluh agama sebagai agen edukasi. Melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Agama se-Kabupaten Ciamis, OJK mendorong peran tokoh keagamaan dalam menyebarkan pemahaman keuangan yang sehat kepada masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Selasa (7/4/2026), dihadiri Anggota DPRD Komisi A Kabupaten Ciamis Mohamad Ijudin, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ciamis Asep Lukman Hakim, serta Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati.

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena kedekatannya dengan masyarakat sehingga dinilai efektif dalam menyampaikan edukasi keuangan, termasuk kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

“Melalui ToT ini, kami mendorong penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat. Dengan jangkauan yang luas, diharapkan tercipta multiplier effect yang mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Nofa.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas penyuluh agama diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, memilih produk jasa keuangan sesuai kebutuhan, serta menghindari praktik keuangan ilegal yang merugikan.

“Kami ingin masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak pada investasi bodong atau layanan keuangan ilegal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ciamis Asep Lukman Hakim menilai edukasi keuangan merupakan bagian penting dalam pembinaan masyarakat, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga.

“Penyuluh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, mereka bisa menjadi saluran efektif dalam menyampaikan edukasi, termasuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik,” kata Asep.

Sebagai tindak lanjut kolaborasi, OJK Tasikmalaya bersama Kementerian Agama Kabupaten Ciamis berencana memasukkan materi literasi keuangan dalam program pembekalan pranikah bagi calon pengantin. Langkah ini bertujuan agar pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan dalam mengelola keuangan keluarga sejak awal.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh agama mendapatkan materi mengenai produk dan layanan jasa keuangan, cara mengenali aktivitas keuangan ilegal, serta pemilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Materi disampaikan oleh narasumber dari OJK Tasikmalaya, Bank BJB Kantor Pusat, dan PT Permodalan Nasional Madani Regional Tasikmalaya 2.

Nofa Hermawati berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai praktik keuangan ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *