Bukan Sekadar Jaga Desa, 22 Linmas Tarunajaya Dilatih Hadapi Bencana

Anggota Linmas Desa Tarunajaya bersama unsur Tagana dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya usai pelatihan mitigasi bencana. Selasa (29/9/2026).

INILAHTASIK.COM | Bencana tidak selalu datang dengan tanda-tanda. Karena itu, kesiapsiagaan di tingkat desa menjadi salah satu kunci untuk mengurangi risiko ketika bencana benar-benar terjadi.

Hal tersebut menjadi perhatian Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya saat menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana di Aula Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Selasa 29 September 2026.

Sebanyak 22 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Tarunajaya mengikuti pelatihan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut.

Peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai potensi ancaman bencana, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai langkah kesiapsiagaan, pencegahan, hingga tindakan awal yang dapat dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan keterlibatan Linmas sangat penting karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat dan lingkungan tempat tinggal warga.

“Linmas merupakan salah satu unsur yang sangat dekat dengan masyarakat. Ketika terjadi bencana, mereka bisa menjadi bagian dari orang-orang pertama yang melakukan tindakan awal sebelum bantuan dari luar datang,” kata Jembar.

Menurutnya, pelatihan mitigasi tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh harus mampu diterapkan dalam kondisi nyata, terutama ketika menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di wilayah masing-masing.

“Kita ingin pengetahuan yang diberikan tidak berhenti di ruangan pelatihan. Tetapi bisa dipahami, dipraktikkan dan nantinya disampaikan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Jembar menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Dengan demikian, warga tidak hanya mengandalkan bantuan setelah bencana, tetapi memiliki kemampuan untuk melakukan upaya penyelamatan dan pengurangan risiko sejak awal.

“Semakin banyak unsur di tingkat desa yang memahami mitigasi bencana, semakin kuat pula kesiapan masyarakat. Prinsipnya, kita harus siap sebelum bencana datang,” kata Jembar.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Linmas Desa Tarunajaya diharapkan mampu menjalankan perannya tidak hanya dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, tetapi juga membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *