Banjir dan Longsor Landa Tiga Kecamatan di Kabupaten Tasik

Tim gabungan TAGANA, BPBD dan Damkar dibantu warga sekitar telah membersihkan material longsoran dengan alat seadanya.

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kecamatan di Kabupaten Tasik

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Diguyur hujan lebat, sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya kembali dilanda bencana longsor dan banjir, pada Minggu 13 November 2022. Bencana longsor terjadi di Kecamatan Puspahiang yang menutup jalur utama jalan di kecamatan tersebut.

Peristiwa terjadi tepatnya di Kampung Ceungceum RT 26 RW 02, Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, akibat jebolnya saluran air karena tidak kuat menahan debit air yang cukup tinggi.

Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan sejumlah wilayah di Kabupaten Tasik kembali dilanda bencana longsor dan banjir, setelah sebelumnya diguyur hujan lebat dengan intensitas cukup tinggi.

"Bencana longsor terjadi di Kecamatan Puspahiang menimpa jalur utama jalan  kecamatan, sehingga ruas jalan tersebut untuk sementara tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat," kata Jembar.

Tim gabungan TAGANA, BPBD dan Damkar dibantu warga sekitar telah membersihkan material longsoran dengan alat seadanya.

Kemudian, lanjutnya, banjir melanda Kampung Ceungceum Desa Jayamukti, akibat saluran air yang jebol karena tidak kuat menahan debit air yang cukup tinggi. D

ampaknya, air masuk ke pemukiman mengakibatkan dinding rumah warga atas nama pak Nanang Mulyana jebol dan alat alat rumah tangga terbawa hanyut, dan satu unit rumah warga lainnya milik Ibu Emeh terdampak.

Selain itu, kata Jembar, banjir juga merendam pesawahan, perkebunan dan kolam ikan milik warga.

Pihaknya dibantu dari Koramil, Polsek, BPBD, Aparat Desa bersamanwarga mengevakuasi perabotan rumah yang hanyut terbawa banjir, dan membuat saluran pembuangan air.

Tak hanya itu, bencana longsor juga terjadi di Desa Sirnaraja Kecamatan Cigalontang yang mengakibatkan satu rumah warga di wilayah tersebut terancam dan sebagian bahu jalan tertutup material longsor.

Sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada dalam menghadapi bencana, terlebih warga yang tinggal disekitar lokasi rawan bencana.