Beras Organik Tasikmalaya Dongkrak Perekonomian Masyarakat, Pemkab Siapkan Pemasaran Lokal dan Global

INILAHTASIK.COM | Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan keseriusan dalam menggarap sektor pertanian, terutama pada padi organik. Pada panen raya bulan ini, hasil panen padi organik mencapai 1,8 ton hingga 5 ton siap jual.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, menyatakan bahwa hasil panen beras organik melampaui ekspektasi. “Alhamdulillah untuk panen raya tahun ini beras organik bisa hasilnya melampaui ekspektasi dari jumlah rata-rata, yaitu 5 ton yang sudah siap dipasarkan,” kata Tatang, kepada wartawan, Rabu 1 Oktober 2025.

Ia menyebut, bahwa Pemkab Tasikmalaya saat ini sedang menyiapkan pemasaran beras organik untuk memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten. 

“Untuk penjualannya sendiri saat ini kami sedang menyiapkan untuk Pemenuhan kebutuhan ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Tasikmalaya. Apalagi, pemerintah saat ini sudah mengeluarkan kebijakan mewajibkan seluruh ASN agar membeli beras Organik,” jelas Tatang.

Dengan jumlah ASN yang mencapai 14.000 orang, Tatang meyakini bahwa pasar penjualan beras organik akan terserap secara optimal jika seluruh ASN berkomitmen membeli beras organik lokal.

Terpisah, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menambahkan bahwa untuk memperluas pemasaran beras organik, pihaknya tidak hanya fokus pada pemasaran di wilayah saja, tetapi juga akan membuka pasar global melalui kerjasama dengan pihak luar, salah satunya dengan PD Jaya. 

“Untuk Pemasaran beras Organik, kami kira tidak ada hambatan, karena selain pemasaran melalui ASN Pemkab Tasik, kami juga akan lebih memperluas jaringan pemasaran melalui kerjasama dengan pihak luar,” kata Asep, kepada wartawan saat ditemui di komplek pemda, Rabu 1 Oktober 2025.

Langkah Pemkab Tasikmalaya ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama petani. 

“Intinya kami terus berusaha mencari potensi bagaimana caranya meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya ya melalui sektor pertanian terutama melalui penanaman padi organik,” pungkas Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *