INILAHTASIK.COM | Festival Olahraga dan Seni Islami (FORSA) II Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Kota Tasikmalaya resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan, R Riza Setiawan, di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Jumat 24 Oktober 2025.
Riza menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi ruang kreatif dan edukatif bagi generasi muda, khususnya remaja masjid.
“Kegiatan ini semangat luar biasa, remaja masjid kita bisa menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menggembirakan, tetapi juga mendidik dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman yang moderat, kreatif, serta berkemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, FORSA II bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah perjumpaan dan silaturahmi antar remaja masjid, pelajar, dan santri se-Kota Tasikmalaya. Beragam lomba seperti hadroh, tahfidz, melukis, mewarnai, hingga turnamen e-sport Mobile Legend digelar dengan semangat sportivitas dan akhlakul karimah.
“Inilah wajah Islam yang ramah, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak selalu harus di atas mimbar, tetapi juga bisa lewat karya, olahraga, seni, dan semangat kolaborasi,” kata Riza.
Ia menegaskan, kegiatan FORSA II menjadi bentuk nyata dalam membangun generasi muda yang kuat secara jasmani dan tangguh secara spiritual. Pihaknya juga mengapresiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya yang terus membimbing remaja agar aktif menjaga syiar Islam di kota santri.
“Kegiatan FORSA II terasa lebih istimewa karena digelar bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-24 Kota Tasikmalaya yang mengusung tema Tasik Santun,” ucapnya.
FORSA II 2025, turut dihadiri istri Wakil Ketua PKK Kota Tasikmalaya, Rani Permayani. Dalam kesempatan itu, Rani menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para remaja masjid, pelajar, dan santri yang berpartisipasi dalam kegiatan positif tersebut.
“Saya sangat bangga melihat semangat para remaja yang luar biasa. Mereka bukan hanya menunjukkan bakat dan kreativitas, tetapi juga memperlihatkan kecintaan terhadap masjid dan nilai-nilai keislaman,” ujar Rani.
Menurutnya, kegiatan seperti FORSA II ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu menyalurkan potensi diri melalui kegiatan yang bermanfaat.
“Anak-anak muda sekarang perlu ruang seperti ini, tempat mereka bisa berkreasi dengan cara yang positif. Insyaallah dari kegiatan ini, lahir generasi yang berprestasi, santun, dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi peran Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya beserta PRIMA DMI yang konsisten membina remaja masjid agar tetap aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.
“Semoga kegiatan FORSA II ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar lagi kedepannya,” kata Rani.
Ketua PD PRIMA DMI Kota Tasikmalaya, Encep Iik Muzakir, menjelaskan bahwa Festival Olah Raga dan Seni Islami (FORSA) merupakan agenda tahunan PRIMA DMI. Kegiatan ini melibatkan pelajar dan santri dari berbagai sekolah dan pesantren di Kota Tasikmalaya.
“Alhamdulillah, tahun ini ada 325 peserta yang terlibat dalam berbagai cabang lomba, berasal dari remaja masjid, sekolah, dan pondok pesantren di seluruh wilayah Tasikmalaya,” tuturnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, tetapi membangun jiwa kompetitif yang sehat, ukhuwah Islamiyah, serta semangat untuk terus berinovasi dalam dakwah dan pengembangan diri.
“Kami ingin remaja masjid tampil percaya diri, kreatif, dan menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Melalui FORSA II, kami berharap tumbuh generasi muda yang mencintai masjid, ilmu, dan lingkungan,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, FORSA II diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menggerakkan potensi generasi muda melalui kegiatan yang produktif, islami, dan penuh nilai kebangsaan.











