Opini  

Bersabarlah Mom, Allah Sedang Ingin Mengangkat Derajatmu

INILAHTASIK.COM | Setiap orang menginginkan perjalanan rumah tangganya dilewati dengan mulus, penuh ketenangan, selalu disapa kebahagiaan, dan tak pernah ada pertengkaran. 

Namun, kerikil-kerikil ujian selalu menghampiri di setiap langkah perjalanan rumah tangga. Setiap orang berbeda-beda ujiannya. Ada yang diuji ekonomi, pasangan, mertua, dan ujian anak. 

Ada satu ujian yang terkadang membuat para orang tua, terutama Ibu merasa gagal dan tertunduk sambil berkata: “Ya Allah aku lelah…aku gagal….”. Ujian itu adalah ujian dari anak-anak. Ada anak yang sulit untuk dikasih nasihat, ada anak yang sakit berkepanjangan, ada anak yang sering membuat orang tua menghela nafas lebih panjang, dan membuat air mata orang tua jatuh tanpa diminta. 

Sebagai seorang muslim kita harus ingat bahwa Allah tidak menjanjikan pernikahan tanpa ujian. Tapi, Allah menjanjikan kemudahan disetiap kesulitan. 

Allah  SWT berfirman:

“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan” (TQS. Al-Insyiroh: 6).

Dan pahala bagi mereka yang sabar dalam menghadapinya. Karena jika cinta tanpa diuji, tak kan membentuk apa-apa. Ibarat bunga mawar tanpa akar. Indah tapi rapuh dan tumbang saat diterpa angin dan badai

Allah SWT berfirman:

“Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya janji Allah itu benar” (TQS. Ar-Rum:60). 

Allah juga tak akan memberikan ujian kecuali kepada hamba yang dipilihNya. Jika kita sedang diuji dengan anak, maka berbahagialah. Karena kita termasuk orang-orang pilihan Allah yang kuat melewatinya, dan Allah ingin meninggikan derajat kita. 

Kenapa? Karena anak adalah amanah terbesar yang Allah titipkan kepada para orangtua. Tugas kita adalah mendidiknya. Jika dididik dengan kesabaran serta sesuai dengan perintahNya, maka bernilai ibadah dan bernilai pahala di sisi Allah. 

Ketika Allah berikan ujian darimana pun asalnya bersabarlah dan tetap berhusnudzan. Yakinlah semua adalah bentuk kasih sayangNya. Jadikan ujian bukan untuk melemahkan kita, tapi untuk menguatkan, dan mengangkat derajat kita lebih tinggi di sisi Allah. 

Terkadang kita merasa diri sudah rajin beribadah; sholat wajib tak pernah tinggal, malah disempurnakan dengan yang sunnah. Puasa sunnah dikerjakan apalagi yang wajib. Sedekah dari yang kecil sampai yang besar tersebar dimana-mana. Tiba-tiba bisa meninggalkan semua hanya satu ujian lain. 

Padahal meski Allah berikan ujian darimana pun asalnya bersabar dan tetaplah dalam ketaatan kepada Allah. Ujian bukan untuk melemahkan kita, tapi untuk menguatkan. Allah sedang ingin mengangkat derajat kita lebih tinggi. 

Ketika kita ingat anak adalah amanah dari Allah, tahan amarah dan beristighfarlah saat anak-anak membuat kecewa. Peluklah mereka walaupun lelah dirasa. Dan jangan tinggalkan do’a, senjata pamungkas kaum Muslim yang luar biasa. 

Karena bisa saja setiap tetes air mata di atas sajadah di sepertiga malam yang dilewati dalam kelelahan, lampu melunakkan hati yang keras. Menyadarkan anak-anak kita atas kesalahannya. 

In syaa Allah suatu hari nanti kita bisa melihat hasil dari perjuangan dan kesabaran menghadapi ujian ini. Akhirnya kita faham bahwa
segala letih, air mata dan do’a adalah rute perjalanan menuju ridha Allah.

So… 
Teruntuk saya dan para Mom dimana pun berada,  hadapi ujian dari anak dengan sabar dan ikhlas. Ujian anak bukan hukuman dari Allah, mereka Allah titipkan agar kita semakin dekat denganNya, do’a kita semakin melangit, dan kita bisa belajar mencintai tanpa syarat. 

Untuk saya dan para Mom jangan berhenti untuk terus menuntut ilmu. Karena bagaimana pun ilmu adalah poin terpenting sebelum terwujudnya suatu amal. 

Wallahu a’lam.

Oleh : Yayat Rohayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *