Dekan FE Unsil Sebut Penanganan Kemiskinan di Kota Tasik Tak Akan Tuntas

Kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu pemerintah mengatasi masalah kemiskinan dan penggangguran yakni mampu meluluskan lulusan yang berkualitas dan berjiwa entrepreneurship.

Dekan FE Unsil Sebut Penanganan Kemiskinan di Kota Tasik Tak Akan Tuntas
Workshop Penelitian Dosen Fakultas Ekonomi Unsil di Grand Metro Tasikmalaya | Foto: Seda

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi.

Diketahui, Pemkot Tasik saat ini sedang berupaya mengatasi permasalahan sosial yakni kemiskinan dan penggangguran yang masih menghantui.

Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unsil, Ade Komaludin mengatakan, permasalahan kemiskinan dan penggangguran sudah menjadi tantangan bagi setiap pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini.

"Tentu ini menjadi tanggung jawab bersama dalam mencari solusinya melalui peran dan fungsinya masing-masing," ungkap Ade di acara Workshop Penelitian Dosen Fakultas Ekonomi Unsil di Grand Metro Tasikmalaya, Sabtu 26 November 2022.

"Perlu kerjasama semua stakeholder yakni berkolaborasi semua elemen untuk mengatasi berbagai Permasalahan yang sedang kita hadapi terkait kemiskinan dan penggangguran," tuturnya. 

Menurut Ade, masing-masing pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan sesuai dengan keilmuan dan profesinya.

"Perguruan tinggi tentu memiliki peran untuk membantu memecahkan berbagai Permasalahan di masyarakat melalui tri dharma perguruan yakni Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat," ujarnya,

Ia menambahkan bahwa kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu pemerintah mengatasi masalah kemiskinan dan penggangguran yakni mampu meluluskan lulusan yang berkualitas dan berjiwa entrepreneurship.

"Sejauh ini kita mengajarkan para mahasiswa di Perguruan Tinggi Unsil mengenai jiwa kewirausahaan dan entrepreneurship, sehingga setelah mereka lulus, mereka memiliki kemampuan untuk membuka usaha dalam membangun kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Pihaknya pun mengungka[kan, permasalahan kemiskinan ini tidak pernah selesai dan tuntas, walaupun berkali-kali berganti pimpinan, berganti Kepala daerah, berganti presiden, nyaris tidak pernah tuntas"semua harus bersama-sama bergerak dan berkolaborasi demi mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat,"harapnya. (Seda)