DPUTR Kota Tasik Optimalisasi Daerah Irigasi Citanduy

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Guna optimalisasi pemanfaatan air pada Daerah Irigasi Citanduy, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tasikmalaya, menetapkan DI Citanduy sebagai salah satu prioritas pembangunan di tahun anggaran 2021.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Drs H Adang Mulyana, belum lama ini mengatakan, Daerah Irigasi (DI) yang masuk dalam kewenangan Kota Tasikmalaya memiliki luas 1.749 Hektare, terbagi menjadi 29 daerah irigasi, dengan luasan yang berbeda, dan panjang keseluruhan saluran sekitar 609,88 kilometer.

Dinas PUTR melalui Bidang Sumber Daya Air menargetkan 7,92 kilometer pembangunan jaringan irigasi, 12,54 kilometer rehabilitasi jaringan irigasi, 15.41 kilometer pembangunan bangunan perkuatan tebing jaringan irigasi serta sungai, dan 1,95 Kilometer rehabilitasi bangunan perkuatan tebing sungai.

H. Adang menyebut, sumber dana kegiatan tersebut berasal dari alokasi dana khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), dan bantuan keuangan pemerintah provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2021.

Menurutnya, kegiatan pembangunan dan rehabilitasi diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas saluran, sehingga layanan untuk setiap DI dapat terpenuhi, dan produktivitas sektor pertanian di kota Tasikmalaya meningkat. 

Lebih lanjut, Adang mengungkapkan, penanganan dibeberapa titik prioritas pun dilakukan dengan tujuan mempertahankan fungsi pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, salah satunya dilakukan pada DI Citanduy.

Daerah irigasi Citanduy ini merupakan pemanfaat sumber air sungai Citanduy, dengan luas layanan sawah sekitar 213,31 hektare, dengan panjang jaringan irigasi dalam kondisi buruk kurang lebih 3,5 kilometer, tersebar di saluran primer dan sekunder irigasi.

Lanjutnya, panjang jaringan irigasi DI Citanduy yang direhabilitasi pada tahun anggaran 2021, sekitar 1,2 kilometer.

“Di beberapa titik prioritas, kegiatan pembangunan dilakukan dengan tujuan mempertahankan fungsi, terbagi dalam beberapa paket kegiatan, diantaranya Blok HM 32, Blok Ujung Sari, Blok Ciroyom, BCTY 2, Blok Buninagara, Blok Golempang, Blok Elang Subandar, Blok Mancogeh,” terangnya.

“Kemudian, Blok Gunung Randu, Tersier Citanduy Blok Saung Putih, Blok Cigeureung, Blok Gunung Ardu, dan Blok Batik,” tambah Adang.

Dalam pelaksanaannya, lanjut ia, kegiatan pembangunan ini ditekankan ke pihak ketiga agar dapat memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja. Jenis konstruksi mayoritas menggunakan pasangan batu dengan material hasil produksi lokal.

Rehabilitasi jaringan irigasi Citanduy blok Mancogeh

Pemanfaatan Lebih Maksimal

Salah satu penerima manfaat, yang juga pemilik Pemancingan Idola Parakannyasag, Yana ditemui di lokasi pemancingan Kamis 30 September 2021 mengungkapkan, sebagai penerima manfaat, dengan adanya kegiatan perbaikan jaringan irigasi BCTY 2 ini sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pihak Pemkot, dalam hal ini Dinas PUTR.

Sekitar tujuh tahun lalu, katanya, jaringan irigasi ini dibangun dengan konstruksi pasangan batu, dan tahun ini kembali dilakukan perbaikan, mengingat kirmir sebelumnya yang di bangun pada 2014 lalu itu sudah mengalami kerusakan.

“Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi ini, mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan air dari jaringan irigasi ini sehingga bisa lebih maksimal,” harapnya.

“Kami sebagai masyarakat pengguna air, sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini,  menurutnya, pemanfaatan air dari jaringan irigasi ini, sekitar 10 hektare sawah dan kolam  milik warga,” tutur Yana.

Panjang peningkatan jaringan irigasi BCTY 2 sekitar 80 meter, konstruksi pasangan beton. Titik lokasi kegiatan di Parakannyasag, kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang. 

Selain peningkatan jaringan irigasi BCTY 2, Bidang SDA melakukan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Citanduy blok Mancogeh, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, dengan konstruksi pasangan batu muka, dengan panjang 34,5 meter, dengan kedalaman pondasi 70 centimeter, lebar pondasi satu meter, tinggi badan muka bawah 2 meter, dan badan muka atas 1 setengah meter, total tinggi pasangan batu muka kurang lebih 3,5 meter.

Tak hanya itu, Dinas PUTR juga melakukan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Citanduy blok Elang Subandar, dan sejumlah titik lainnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *