INILAHTASIK.COM | Suasana khidmat saat pelantikan Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di Aula Grand Metro Hotel, Sabtu 14 Februari 2026, mendadak berubah menjadi haru. Di detik-detik akhir rangkaian acara, kabar duka menyelimuti para kader setelah Dr. H. Oni Syahroni wafat saat menyampaikan sambutan dan tausiyah.
Pelantikan yang mengusung tema Pemuda Mandiri di Era Baru itu sebelumnya berlangsung tertib dan penuh semangat. Para kader tampak antusias mengikuti prosesi hingga sesi penutup.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Pikri Fajar Purnama, mengungkapkan secara umum agenda berjalan sesuai rencana. Namun, takdir berkata lain ketika acara hampir usai.
“Secara keseluruhan pelantikan berjalan lancar dan penuh semangat. Tetapi di penghujung kegiatan, kami mendapatkan ujian. Ayahanda kami, Dr. H. Oni Syahroni, wafat saat memberikan sambutan dan tausiyah,” ujar Cecep kepada wartawan.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendo’akan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Berdasarkan informasi keluarga, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
“Atas nama keluarga besar Pemuda Muhammadiyah, kami memohon do’a dari semua pihak agar almarhum Husnul Khatimah,” ucapnya.
Sebagai bentuk penghormatan, agenda rapat kerja daerah yang sedianya digelar setelah pelantikan diputuskan untuk ditunda. Keputusan tersebut diambil sebagai wujud empati dan penghargaan atas jasa serta keteladanan almarhum.
Di balik duka yang menyelimuti, organisasi kepemudaan ini tetap menegaskan komitmennya untuk bergerak. Ke depan, PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya akan fokus pada penguatan kader melalui pelatihan kewirausahaan, pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta memperluas gerakan sosial bersama Lazismu.
“Kami ingin terus berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ortom, dan pemerintah daerah dalam mengawal program kepemudaan yang progresif dan bermanfaat,” tambah Cecep.
Bagi para kader, sosok Dr. Oni Syahroni bukan sekadar tokoh senior, melainkan pembina yang setia mendampingi perjalanan mereka sejak di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, hingga berkiprah di berbagai organisasi otonom lainnya.











