Empat Pelaku Bullying Asal Kota Tasikmalaya Diamankan di Cigalontang

INILAHTASIK.COM | Empat orang pelaku kasus bullying yang viral di media sosial dan terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya pada hari Jumat, 5 Desember 2025, berhasil ditangkap oleh petugas Polsek Cigalontang dan warga, Sabtu sore, 6 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.

Penangkapan tersebut berlangsung setelah para pelaku yang semuanya berjenis kelamin perempuan itu mencoba bersembunyi di Desa Jayapura, Cigalontang.

Kapolsek Cigalontang, Iptu Aan menjelaskan, para pelaku merasa ketakutan setelah kasus mereka menyebar di media sosial, sehingga memutuskan untuk melarikan diri dari wilayah Kota Tasikmalaya dan bersembunyi di perkampungan.

“Mereka memesan kendaraan ojek online dengan tujuan mencari tempat yang aman. Sebelum sampai ke Cigalontang, mereka sempat berputar-putar terlebih dahulu,” ujar Aan.

Sesampainya di Desa Jayapura, ketika mobil berhenti, keempat pelaku langsung keluar tanpa membayar sopir. Mereka kemudian berlari ke arah pemukiman penduduk. Dalam kejadian itu, satu orang pelaku berinisial IP (15) berhasil ditangkap oleh driver taksi online. Pengemudi mobil kemudian membawa IP ke Polsek Cigalontang dan membuat laporan resmi.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Cigalontang segera mengerahkan anggota untuk melakukan pencarian. Dengan bantuan aktif warga setempat, tiga pelaku lainnya yang kabur ke pemukiman penduduk akhirnya juga berhasil diamankan, masing-masing berinisial A (19), N (18), dan M (19).

Ketika diamanakan, keempat pelaku terlihat kaget dan terkejut. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, mereka langsung dibawa ke markas Polsek Cigalontang. 

Dari pengakuan mereka, ternyata keempat orang tersebut tidak berasal dari satu wilayah yang sama, ada yang berasal dari Kecamatan Mangkubumi, Manonjaya, Cihideung, dan satu orang dari Kecamatan Salopa. Namun keempatnya tinggal di wilayah Kota Tasikmalaya.

“Setelah mengamankan, kami langsung berkoordinasi dengan tim Reskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk penanganan lebih lanjut. Karena baik TKP maupun para pelaku berada di wilayah Kota Tasikmalaya, sehingga kasus ini akan ditangani langsung oleh Polres Tasikmalaya Kota,” pungkas Aan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *