Empat Rumah Terdampak, Dua Rusak Berat Akibat Pergerakan Tanah di Karangjaya Tasikmalaya

Salah satu rumah warga Karangjaya yang ditinggal pemilik karena alami kerusakan akibat bencana pergeseran tanah. Foto | Dok. Tagana

INILAHTASIK.COM | Hujan deras yang mengguyur wilayah bagian timur Kabupaten Tasikmalaya memicu bencana pergerakan tanah di Kampung Curuglandung, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Minggu 15 Februari 2026, sekitar pukul 04.10 WIB. Peristiwa yang terjadi saat sebagian warga masih terlelap itu menyebabkan sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara di lapangan, dua rumah dilaporkan rusak berat, masing-masing milik Pak Tarseno dan Ibu Popon. Sementara dua rumah lainnya milik Pak Atam dan Pak Cono mengalami kerusakan ringan akibat retakan tanah yang merambat hingga ke bagian bangunan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi sementara ke rumah orangtua dan kerabat terdekat demi keselamatan. Retakan tanah yang muncul di sekitar permukiman membuat warga khawatir terjadi pergerakan susulan, terlebih intensitas hujan masih cukup tinggi.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tim langsung bergerak melakukan peninjauan begitu menerima laporan dari aparat desa.

“Pergerakan tanah dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur sejak malam hari. Kondisi tanah yang labil membuat beberapa rumah terdampak cukup parah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Jembar saat dikonfirmasi, Senin 16 Februari 2026.

Menurutnya, dua rumah mengalami kerusakan berat karena bagian pondasi dan dinding terdorong akibat tekanan tanah. Sementara dua rumah lainnya mengalami retakan pada dinding dan lantai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk langkah penanganan lanjutan. Warga yang rumahnya rusak berat sementara mengungsi ke keluarga terdekat. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tambahnya.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan serta memantau kondisi tanah di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan susulan. Warga diminta tidak mendekati area retakan demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *