INILAHTASIK.COM | Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya bersama Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi gizi kedaruratan bencana di Poltekes Tasikmalaya, Sabtu 11 Oktober 2025.
Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan personil di lapangan dalam menghadapi bencana, terutama dalam hal gizi kedaruratan.
“Simulasi ini melibatkan berbagai aspek, seperti kajian dampak bencana dan analisis kebutuhan gizi, intervensi gizi, manajemen logistik gizi, serta koordinasi penanganan gizi,” jelasnya.
Menurutnya, kajian dampak bencana dan analisis kebutuhan gizi penting dibahas, hal ini guna mengidentifikasi dampak bencana terhadap kelompok sasaran gizi dan kelompok rentan. Pun dengan intervensi gizi, ini untuk memastikan pemberian makanan bagi bayi dan anak, pencegahan dan penanganan gizi kurang dan gizi buruk, serta suplementasi gizi
Semua itu, kata Jembar, tidak akan berjalan dengan baik jika manajemen logistik gizi tidak dikuasai, hal itu berkaitan dengan pengelolaan logistik gizi yang efektif, untuk memastikan ketersediaan gizi yang memadai, serta petingnya meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar lembaga dan masyarakat dalam penanganan gizi pada situasi bencana.
Dengan adanya simulasi ini, personil TAGANA dan BPBD yang bertugas di lapangan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani bencana dan memberikan bantuan gizi yang efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap dengan adanya simulasi ini, kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dalam menghadapi bencana, serta memberikan bantuan gizi yang efektif kepada masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.
Simulasi gizi kedaruratan bencana ini merupakan salah satu upaya FK TAGANA dan BPBD untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Dengan demikian, petugas yang berkerja di lapangan dapat memberikan bantuan yang tepat dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.











