GNPIP di Kota Tasik Tingkatkan Wawasan dan Peran Perempuan Melalui Edukasi Pengolahan Pangan

Giat edukasi ini menghadirkan narasumber perwakilan Indonesian Chef Association (ICA) Kota Tasikmalaya, Chef Adi dari Hotel Santika Tasikmalaya yang menyampaikan langkah bijak dalam mengolah produk turunan maupun pengganti seperti cabai bubuk/kering, bawang pasta dan umbi-umbian menjadi pangan yang baik saat komoditas utama tersebut mengalami inflasi.

GNPIP di Kota Tasik Tingkatkan Wawasan dan Peran Perempuan Melalui Edukasi Pengolahan Pangan

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Sebagai tindak lanjut dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), pada Rabu 02 November 2022, dilaksanakan Edukasi Pengolahan Pangan di Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Aswin Kosotali.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Bunda Literasi, Ibu Wali kota Tasikmalaya, Rukmini Rukmini Afandi Yusuf, juga Perangkat Daerah Anggota TPID Kota Tasikmalaya, Ikatan Perempuan Forkopimda Kota Tasikmalaya, IPEBI Tasikmalaya, IIP OJK Tasikmalaya, IWABA Tasikmalaya dan undangan termasuk Kelompok Wanita Tani se-Kota Tasikmalaya.

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan bedah buku “Gagasan dan Kiprah Kartini-Kartini Tasikmalaya” yang merupakan karya dari 33 penulis perempuan Tasikmalaya yang tergabung dalam Komunitas Teras Untuk Literasi Perempuan (Tulip) Tasikmalaya dengan berbagai latar profesi seperti pengusaha, dosen, ASN, dan profesional di bidangnya.

Aswin Kosotali mengatakan bahwa perempuan dinilai dengan keterampilannya dalam mengelola keuangan rumah tangga sehingga memiliki peran penting dalam menghadapi risiko ekonomi kedepan termasuk kenaikan harga bahan pangan atau inflasi.

Ia menyebut, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran masyarakat terutama perempuan dalam pengendalian inflasi sebagai salah satu langkah nyata Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui edukasi pengolahan pangan seperti cabai, bawang, beras dan komoditas lainnya.

Diterangkannya bahwa dalam giat edukasi ini menghadirkan narasumber perwakilan Indonesian Chef Association (ICA) Kota Tasikmalaya, Chef Adi dari Hotel Santika Tasikmalaya yang menyampaikan langkah bijak dalam mengolah produk turunan maupun pengganti seperti cabai bubuk/kering, bawang pasta dan umbi-umbian menjadi pangan yang baik saat komoditas utama tersebut mengalami inflasi.

Selain itu, juga diberikan pula edukasi mengolah komoditas pangan penyumbang inflasi untuk penggunaan jangka panjang melalui metode pengolahan untuk penyimpanan pada saat komoditas tersebut mengalami deflasi.

Dengan demikian kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan literasi dan menginspirasi sajian pangan rumah tangga serta meningkatkan peran masyarakat terhadap pengendalian inflasi pangan di Priangan Timur.