GNPIP Sharing Pengendalian Inflasi Unggulan Sektor Matirim dan Agribisnis Melalui HLM Priangan Timur

Realisasi ini telah melebihi target inflasi nasional yaitu 3±1% dan perlu menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Priangan Timur.

GNPIP Sharing Pengendalian Inflasi Unggulan Sektor Matirim dan Agribisnis Melalui HLM Priangan Timur

KAB. PANGANDARAN, INILAHTASIK.COM | Sebagai tindaklanjut dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dilaksanakan HLM Sharing Model Pengendalian Inflasi Unggulan Sektor Maritim dan Agribisnis di Priangan Timur, Senin 31 Oktober 2022.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Aswin Kosotali; Keynotespeech Laporan Perkembangan Perekonomian (LPP) Provinsi Jawa Barat oleh Deputi Direktur Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Taufik Saleh.

Dilanjutkan dengan arahan strategis Kepala Daerah Priangan Timur yaitu Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata; Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra; Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin; Sekretaris Daerah Kota Banjar, Ade Setiana dan Asisten Daerah 2 Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi.

Hadir pula narasumber secara hybrid Direktur Perencanaan SDA Badan Koordinasi Penanaman Modal, Ratih Purbasari Kania; Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Nursida dan Purchasing Agrifield Indofood, Ahmad Rizqan dan undangan Forkopimda dan Perangkat Daerah Priangan Timur.

Dalam kesempatan ini dipaparkan tentang Inflasi Kota Tasikmalaya sebagai sistercity Priangan Timur pada September 2022 tercatat 6,66% (yoy) yang didorong oleh komoditas Administered Price dan Core Inflation.

Realisasi ini telah melebihi target inflasi nasional yaitu 3±1% dan perlu menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Priangan Timur. Salah satu upaya pengendalian inflasi melalui penguatan potensi komoditas pangan untuk mendukung ketahanan pangan di Priangan Timur pada sektor pertanian & perikanan sehingga diperlukan penguatan sinergi dan strategi pengendalianuntuk menahan laju inflasi kedepan.

Pada awal 2022, komoditas pangan seperti aneka cabai, bawang merah, dan telur ayam menjadi komoditas yang persisten menyumbang inflasi di Priangan Timur akibat normalisasi permintaan di masyarakat di tengah tekanan sisi supply.

Namun menjelang akhir tahun, berkat dukungan dan komitmen dari seluruh pimpinan daerah dan stakeholders terkait di Priangan Timur dalam rangka Gerakan Nasional Pangan Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), tekanan inflasi pada komoditas volatile food tersebut berangsur mengalami penurunan.

Untuk memperkuat tindak lanjut komitmen GNPIP dilaksanakan pula penyerahan Program Sosial Bank Indonesia kepala kelompok nelayan Surya Bahari Laut Kidul dan kelompok petani Agro Baetul Munawaroh. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produksi pangan di bidang Maritim dan Agribisnis yang harapannya dapat menjadi salah satu upaya mendukung pengendalian inflasi didaerah.

Selain itu dilakukan pula Kick-off GNPIP Edukasi Pengolahan Pangan (30/10) bersama Mastercef Indonesia 9 Chef Indra yang dirangkaikan dengan kegiatan Pagelaran Kreasi Priangan Timuruntukmemberikan pemahaman terhadap peran masyarakat untuk pengendalian inflasi melalui penggunaan produk turunan maupun produk pengganti komoditas penyumbang inflasi seperti cabai kering hingga singkong untuk pengganti beras.

Dari penyampaikan arahan strategis Kepala Daerah dan narasumber diskusi terkait Ketahananan Pangan Maritim dan Agribisnis Priangan Timur, disampaikan rekomendasi tindak lanjut oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Nurtjipto antara lain mempertajam pengendalian inflasi dengan inovasi strategi optimalisasi potensi ketahanan pangan di daerah dan penerapan teknologi digital; pendekatan end to end process business sektor pendukung ketahanan pangan.

Dari Sisi Hulu diperlukan peningkatan produktivas dengan inovasi, pendampingan dan pelatihan seperti optimalisasi balai benih di Kota Banjar; Pada sisi process, diperlukan upaya menjaga kestabilan pasokan dapat dikerjasamakan dengan lembaga jasa keuangan untuk ketahanan modal seperti kerjasama petani hortikultura dengan Crowde dan Bank Jabar Banten di Kabupaten Tasikmalaya.

Di sisi hilir, pemasaran produk ketahanan pangan yang saat ini telah dilakukan melalui pasar tradisional dapat diperkuat dengan penerapan digitalisasi pemasaran dengan dihubungkan pada marketplace seperti Pasar Cikurubuk Online di Kota Tasikmalaya, Kerjasama dengan offtaker seperti model bisnis Indofood dan Klaster Cabai Agro Baetul Munawaroh, dan model bisnis KUD Minasari di Kabupaten Pangandaran.