INILAHTASIK.COM | Dalam kitab Tanbihul Ghafilin karangan Syekh Abu Laist As-Samarqandi Rahimahumullah (semoga Allah merahmatinya) beliau berkata bahwa tanda-tanda orang yang takut kepada Allah tampak dalam tujuh perkara, diantaranya:
Pertama, Takut dalam lisan
Lisan adalah cermin hati. Orang yang takut kepada Allah akan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya, sebab ia sadar bahwa satu ucapan dapat mengangkatnya ke surga atau menjerumuskannya ke neraka.
Ia menahan diri dari dusta, ghibah, dan ucapan sia-sia, karena tahu setiap huruf tercatat oleh malaikat. la jadikan lisannya hanya untuk dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menebar ilmu yang bermanfaat. Dari lisannya mengalir ketenangan, bukan luka bagi orang lain.
Kedua, Takut dalam perut
Perut adalah sumber kekuatan tubuh sekaligus pintu ujian Iman. Orang yang takut kepada Allah tidak akan mengizinkan sesuap makanan haram atau syubhat masuk ke dalam tubuhnya, karena ia tahu bahwa setiap daging yang tumbuh dari yang haram, neraka lebih pantas baginya.
la makan sekadar kebutuhan, bukan karena hawa nafsu. la merasakan nikmat bukan dari banyaknya makanan, tapi dari keberkahan yang Allah tanamkan di dalamnya.
Ketiga, Takut dalam pandangan mata
Pandangan adalah panah syaitan. Orang yang takut kepada Allah menundukkan pandangannya dari yang diharamkan, karena ia tahu betapa cepat pandangan dapat menjerumuskan hati. la tidak melihat dunia dengan mata penuh ambisi, sebab matanya sibuk mencari tanda-tanda kebesaran Allah di sekitarnya.
la memandang dengan mata hati, melihat pelajaran di balik setiap peristiwa, dan mengingat bahwa setiap indahnya dunia pasti akan pudar.
Keempat, Takut dalam tangan
Tangan adalah alat untuk berbuat. Orang yang takut kepada Allah tidak menggunakan tangannya untuk merampas hak orang lain, menulis keburukan, atau menyentuh yang haram.
la hanya mengulurkannya untuk menolong, memberi, dan berbuat baik. la sadar bahwa kelak setiap jemari akan bersaksi atas perbuatan di dunia. Maka, tangannya menjadi saksi kebaikan, bukan penyesalan di hari pengadilan.
Kelima, Takut dalam langkah kaki
Kaki menunjukkan arah hidup seseorang. Orang yang takut kepada Allah, akan hati-hati kemana ia melangkah. Tidak mendatangi tempat maksiat, tidak menapaki jalan kebatilan. la akan berjalan ke majelis ilmu, ke rumah Allah, dan menuju kebaikan. la tahu bahwa setiap langkah di jalan kebenaran akan ditukar pahala, dan setiap langkah ke arah dosa akan menjadi beban di akhirat.
Keenam, Takut dalam hati
Hati adalah pusat segalanya. Orang yang takut kepada Allah berjuang membersihkan hatinya dari dengki, kebencian, dan permusuhan. la menanam cinta, kasih, dan empati kepada sesama. la tidak iri atas rezeki orang lain, karena yakin setiap takdir sudah diatur dengan adil.
Hatinya lembut, mudah memaafkan, dan selalu ingin menebar damai. Di situlah letak keindahan iman, ketika hati tenang karena hanya berharap ridha Allah.
Ketujuh, Takut dalam ibadah
Ibadah adalah bukti cinta. Orang yang benar-benar takut kepada Allah tidak hanya banyak beramal, tapi juga takut amalnya tidak diterima. la berjuang agar setiap ibadahnya ikhlas, tanpa riya dan kepura-puraan.
la tidak mencari pujian manusia, tapi keridhaan Rabb semesta alam. la sadar, amal sebesar gunung pun bisa sirna jika tidak tulus. Maka ia berdoa agar Allah menjaga hatinya dalam setiap sujud dan amal kebaikan.
Tujuh tanda orang yang benar-benar takut kepada Allah ini, bukan sekadar rasa takut yang membuatnya gemetar, tetapi yang mengubah sikap, menundukkan nafsu, dan menumbuhkan kasih di hati. Jika tujuh tanda ini mulai tampak pada diri seseorang, maka ia berada di jalan menuju derajat Muttaqin, hamba-hamba yang dijanjikan surga dan kenikmatan abadi di sisi Allah Ta’ala.
Allah SWT berfirman, “Dan akhirat di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Az-Zukhruf: 35). “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman surga dan kenikmatan” (QS. Ath-Thur: 17)











