INILAHTASIK.COM | Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang terjadi di SMK Negeri 1 Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu siang, 1 Oktober 2025 kemarin, jumlahnya terus bertambah. Dari semula hanya 14 orang siswa, hingga Rabu malam, pukul 23.45 WIB, jumlah korban melonjak menjadi 89 orang.
Ketegangan terjadi sepanjang malam disekitar Puskesmas Cipatujah. Teriakan dan tangisan keluarga korban menambah situasi makin menegangkan, ditambah aktivitas mobil ambulance yang terus keluar masuk halaman puskesmas.
Melonjaknya jumlah pasien tersebut, karena pada umunya para siswa baru merasakan gejala keracunan seperti sakit perut, mual, pusing, muntah hingga diare, setelah mereka pulang ke rumah, atau sekitar 3 sampai 5 jam setelah menyantap menu MBG.
“Waktu di sekolah mah, memang tidak merasakn apa apa, bahkan pada saat teman teman ada yang muntah muntah di sekolah hingga di bawa ke puskesmas pun saya masih biasa biasa saja,” ucap Neneng, seorang korban, kepada wartawan, Kamis 2 Oktober 2025.
Namun setelah di rumah, tiba tiba Neneng mengaku merasa pusing, sakit perut, mual hingga muntah muntah, bahkan sampai buang air besar lebih dari tiga kali.
“Habis sholat magrib, tiba tiba saya dengar anak saya kaya lagi muntah muntah, dan katanya perutnya terasa sakit, bahkan sampai keluar masuk kamar mandi lebih dari tiga kali,” ucap orang tua Neneng.
Takut terjadi hal yang lebih parah lagi, orang tuanya pun memutuskan membawa anaknya ke puskesmas. “Badan terasa lemas, kepala pusing, perut sakit, bahkan sampai buang air besar sampai empat kali,” tambah Neneng.
Jumlah pasien yang terus berdatangan untuk mendapat perawatan medis, membuat pihak puskesmas kewalahan. “Yang ditangani di Puskesmas Cipatujah, hanya pasien yang kemarin saja, sisanya kami alihkan ke puskesmas terdekat, diantaranya puskesmas Bantarkalong dan Culamega,” tutur Cucu Anwar, Kepala Puskesmas Cipatujah, kepada wartawan, Kamis 2 Oktober 2025.
Respon cepat di lakukan Pemerintah kabupaten Tasikmalaya dalam menangani peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut.
“Iya, saya dapat informasi katanya ada dugaan keracunan MBG di Cipatujah. Saya sudah perintahkan pemerintah kecamatan, terutama Puskesmas untuk segera menangani peristiwa tersebut secara maksimal,” kata Asep Sopari Al Ayubi, Wakil Bupati Tasikmalaya, saat dihubungi Kamis pagi, 2 Oktober 2025.
Untuk memastikan pelayanan yang maksimal, pihaknya juga mengirimkan bantuan tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, mobil ambulance beserta petugas medis 119.
Asep menyebut bahwa pihaknya sejak malam terus memantau perkembangan situasi di lapangan. “Alhamdulillah, Porkopimcam Cipatujah sudah bekerja dengan baik, semua siswa yang mengalami dugaan keracunan sudah tertangani dengan baik,” tuturnya.











