INILAHTASIK.COM | Bagi saya, keluar dari zona nyaman saat memasuki masa perkuliahan bukanlah hal yang mudah. Sejak masa sekolah menengah, saya bukan termasuk pribadi yang terlalu aktif dalam berbagai kegiatan.
Karena itu, ketika menjadi mahasiswa, saya sempat berpikir bahwa menjalani perkuliahan dengan tenang cukup datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang sudah menjadi pilihan yang paling nyaman.
Saya merasa itu adalah cara yang aman untuk melewati masa kuliah tanpa harus terbebani oleh aktivitas tambahan di luar kelas.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa masa perkuliahan tidak hanya tentang hadir di kelas, mengerjakan tugas, dan mengejar nilai semata.
Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari di luar ruang kuliah. Masa ini menjadi kesempatan untuk mengenal diri lebih dalam, mengasah potensi, serta membangun pengalaman yang mungkin tidak akan datang dua kali.
Dari situlah saya mulai memahami bahwa jika saya terus bertahan dalam kenyamanan, mungkin saya akan melewatkan banyak kesempatan berharga untuk berkembang.
Dalam pandangan saya, organisasi menjadi salah satu wadah yang sangat berarti dalam proses tersebut. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau menjalankan program kerja, tetapi juga ruang belajar yang nyata.
Di dalamnya, saya belajar bagaimana membangun tanggung jawab, melatih kedisiplinan, memahami arti kerja sama, serta belajar berkomunikasi dengan berbagai karakter orang. Hal-hal seperti ini tidak selalu saya temukan dalam suasana kelas yang cenderung sama setiap harinya.
Meski begitu, perjalanan untuk terlibat aktif dalam organisasi tentu tidak selalu mudah. Ada rasa bimbang yang sering muncul dalam diri saya. Saya kerap dihadapkan pada pilihan: tetap menjadi mahasiswa yang berada di zona nyaman dengan rutinitas kuliah yang tenang, atau menjadi mahasiswa yang memilih aktif berorganisasi dengan konsekuensi harus membagi waktu, tenaga, dan pikiran.
Tidak jarang, pilihan ini terasa berat karena organisasi menuntut komitmen, keberanian, dan kesiapan menghadapi tantangan yang kadang datang bersamaan dengan tanggung jawab akademik.
Akan tetapi, justru dari kebimbangan itulah saya belajar banyak hal. Saya mulai memahami bahwa proses pengembangan diri tidak akan datang jika saya hanya bertahan dalam kenyamanan.
Keterlibatan dalam organisasi mengajarkan saya tentang arti tanggung jawab, pentingnya disiplin waktu, cara menghargai perbedaan pendapat, hingga bagaimana bertahan dan tumbuh di tengah tantangan.
Pengalaman-pengalaman tersebut membuat saya sadar bahwa organisasi bukanlah beban tambahan, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Bagi saya, organisasi bukan hanya tentang kesibukan, tetapi tentang proses menemukan versi diri yang lebih baik. Dari sana saya belajar bahwa keluar dari zona nyaman memang tidak pernah mudah, tetapi sering kali justru itulah langkah awal menuju pertumbuhan yang sesungguhnya.

Anggi Novita Fitriani
Mahasiswi UPI Kampus Tasikmalaya – Prodi PGSD
Komisi Kepengawasan LINTAR











