Opini  

Kembali ke Fitrah, Bukan Menambah Sampah, Seruan untuk Generasi Muda

INILAHTASIK.COM | Momentum Idul Fitri seharusnya menjadi titik balik bagi manusia pada keadaan yang suci (fitrah). Namun, kenyataan yang terjadi justru menunjukkan ironi.

Di berbagai daerah, termasuk Kota Tasikmalaya, terjadi peningkatan volume sampah pasca Lebaran hingga 10–15% dibandingkan hari biasa.

Sampah yang menumpuk, baik berupa plastik, kertas sisa petasan, maupun limbah rumah tangga, membawa dampak serius bagi lingkungan. Saluran air yang tersumbat memicu banjir, pencemaran air mengancam kesehatan masyarakat, dan tumpukan sampah menjadi sumber penyakit.

Dalam konteks ini, persoalan sampah tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah sepele, melainkan sebagai ancaman nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup manusia.

Pemerintah melalui dinas terkait telah berupaya melakukan pengelolaan sampah, namun upaya tersebut tidak akan efektif tanpa dukungan aktif masyarakat.

Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan hanya pada institusi formal, tetapi harus tumbuh dari individu. Di sinilah peran generasi muda menjadi sangat krusial.

Generasi muda merupakan fondasi masa depan. Mereka tidak hanya akan mewarisi kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga bertanggung jawab atas keberlanjutan kehidupan di masa mendatang.

Dalam ajaran Islam, kebersihan memiliki posisi yang sangat fundamental. Seorang muslim tidak hanya dituntut untuk menjaga kebersihan diri, tetapi juga lingkungan sekitarnya.

Membuang sampah sembarangan, terlebih hingga membahayakan orang lain, bertentangan dengan prinsip dasar syariat yang melarang segala bentuk mudarat.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, namun berdampak signifikan jika dilakukan secara konsisten.

Pertama, membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kedua, melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga atau kos dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, ecoenzyme, atau dimanfaatkan sebagai pakan ikan, sementara sampah anorganik memiliki nilai ekonomi jika didaur ulang atau dijual kepada pengepul. Bahkan, pemilahan yang baik dapat meningkatkan nilai jual sampah tersebut.

Lebih jauh, generasi muda juga dapat mengambil peran melalui keterlibatan dalam komunitas peduli lingkungan. Gerakan kolektif semacam ini tidak hanya memperkuat konsistensi individu, tetapi juga memperluas dampak perubahan.

Di berbagai negara maju, pengelolaan sampah telah menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan paradigma terhadap sampah sangat mungkin terjadi, selama didukung oleh kesadaran dan komitmen bersama.

Sebaliknya, kebiasaan instan seperti membakar sampah justru menimbulkan persoalan baru berupa pencemaran udara yang berdampak jangka panjang bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pergeseran pola pikir menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, termasuk dalam memilih produk yang minim limbah.

Pada akhirnya, persoalan sampah bukan hanya tentang bagaimana mengelolanya, tetapi juga tentang bagaimana manusia memaknai tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Jika sikap abai terus dipertahankan, bukan tidak mungkin lingkungan akan berubah menjadi ruang yang tidak layak huni, penuh dengan pencemaran dan ancaman bencana.

Momentum Idul Fitri seharusnya tidak berhenti pada simbolisasi kesucian secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bagi generasi muda, ini adalah panggilan untuk berperan aktif, menjadikan kepedulian terhadap sampah sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus ladang ibadah.

Dengan demikian, kembali ke fitrah tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga tercermin dalam kontribusi nyata terhadap keberlanjutan kehidupan.

Erika Ramdan
Mahasiswi UPI Kampus Tasikmalaya – Prodi PGSD

Komisi Legislasi LINTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *