Keren! Siswa SMK Islamiyah Ciawi Ciptakan Sistem E-Voting OSIS ‘Nol Rupiah’, Anti Curang dan Tak Bisa Memilih Dua Kali

TASIKMALAYA, inilahtasik.com – Inovasi digital tidak harus selalu mahal. Ini dibuktikan oleh Zaki, seorang siswa kreatif dari SMK Islamiyah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Ia berhasil merancang dan membangun sistem pemilihan ketua OSIS (Pilketos) berbasis website yang canggih, fungsional, dan yang paling mengagumkan: dibuat tanpa biaya sepeser pun alias Rp 0.

Sistem ini menjadi solusi modern untuk menggantikan pemilihan manual, menghemat biaya kertas suara, dan mempercepat proses penghitungan.

Sistem E-Voting Lengkap dan Cerdas

Website yang dikembangkan oleh Zaki bukanlah sekadar tampilan sederhana. Ia merancangnya lengkap dengan fitur-fitur penting layaknya sistem pemilihan umum profesional:

  • Fitur Registrasi: Digunakan oleh para siswa untuk mendaftarkan diri mereka sebagai pemilih yang sah.

  • Fitur Vote (Pemilihan): Setelah terdaftar, siswa bisa masuk ke “bilik suara” digital untuk memilih pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS pilihan mereka.

  • Fitur Quick Count (Hitung Cepat): Panitia dan siswa dapat memantau hasil perolehan suara secara real-time atau langsung, membuat proses penghitungan menjadi transparan dan super cepat.

Dibekali Logika Anti Curang

Kecanggihan sistem buatan Zaki tidak berhenti di situ. Ia juga memikirkan aspek terpenting dalam pemilihan, yaitu kejujuran dan keadilan.

Sistem ini telah dibekali dengan logika validasi yang ketat. Artinya, sistem akan secara otomatis memastikan bahwa satu siswa hanya bisa mendaftar satu kali dan hanya bisa memberikan suara (vote) satu kali.

Jika ada yang mencoba mendaftar atau memilih untuk kedua kalinya, sistem akan secara otomatis menolaknya. Fitur ini krusial untuk mencegah adanya pemilih ganda dan memastikan hasil pemilihan benar-benar sah dan adil.

Rahasia di Balik Sistem ‘Nol Rupiah’

Yang paling inspiratif dari karya Zaki adalah konsep “hemat” yang ia gunakan. Ia membuktikan bahwa untuk membuat sistem yang aman dan stabil, tidak perlu server mahal atau software berbayar.

Begini cara kerjanya:

1. Database Gratis: Google Spreadsheet

Alih-alih menyewa database server yang mahal, Zaki memanfaatkan Google Spreadsheet (layanan gratis Google) sebagai pusat penyimpanan data. Seluruh data siswa yang mendaftar dan hasil suara yang masuk akan otomatis tersimpan rapi di sana. Karena menggunakan server Google, databasenya dijamin sangat stabil.

2. Tampilan Website: HTML

Untuk tampilan website yang dilihat oleh pemilih, Zaki menggunakan HTML, bahasa dasar dan paling umum untuk pembuatan website.

3. Hosting Aman dan Cepat: Cloudflare Pages

Agar website-nya bisa diakses oleh semua siswa, Zaki mengunggah (upload) sistemnya ke Cloudflare Pages. Ini adalah layanan “hosting” gratis yang tidak hanya menyimpan website, tetapi juga memberikan keamanan kelas dunia. Sistem ini otomatis terlindungi oleh Cloudflare dari serangan siber.

Inspirasi dari Tasikmalaya

Karya Zaki adalah bukti nyata bahwa keterbatasan biaya bukanlah halangan untuk berinovasi. Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi gratis yang sudah tersedia (Google dan Cloudflare), ia berhasil menciptakan sistem yang efisien, transparan, dan aman untuk sekolahnya.

Sebuah konsep luar biasa yang tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang literasi digital yang patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *