Kibar Budaya Jilid VII, Rumpun Film DKKT Edukasi Stop Bullying dengan Putar Film Arul

Kali ini rangkaian Kibar Budaya Jilid VII dilaksanakan oleh Rumpun Film, mereka bekerjasama dengan SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya.

Kibar Budaya Jilid VII, Rumpun Film DKKT Edukasi Stop Bullying dengan Putar Film Arul

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) kembali melanjutkan rangkaian Kibar Budaya Jilid VII yang dilaksanakan di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya pada Jumat 30 September 2022.

Kali ini rangkaian Kibar Budaya Jilid VII dilaksanakan oleh Rumpun Film, mereka bekerjasama dengan SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya untuk gelarannya menampilkan Film Arul Hadiah Terbaik dan film pendek buatan siswa jurusan Multi Media SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya.

Selain itu, Rumpun Film DKKT juga menggandeng KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya sebagai narasumber dalam Bedah Film dan Workshop Penerapan Sekolah Bebas Perundungan Bullying.

Turut hadir Kepala Sekolah SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya yang didampingi Kesiswaan, Ketua KPAID Kabupaten tasikmalaya, Kanit PPA Polres Tasikmalaya, Ketua DKKT, Ketua Rumpun Film DKKT, Seniman Tatang Pahat dan 300 siswa yang terdiri dari kelas 10,11,12.

Film yang diputar adalah film arul hadiah terbaik. film tersebut di produksi oleh Polres Tasikmalaya yang di angkat dari kisah nyata dengan kasus anak yang berhadapan dengan hukum.

Ketua DKKT Bode Riswandi mengatakan, tema yang diangkat kali ini sangat krusial di Indonesia yaitu bullying, memalui film pihaknya mendemonstrasikan kepada publik bahwa bullying terjadi di Indonesia bahkan terjadi di institusi pendidikan.

"Yang paling relevan hari ini kepada pelajar adalah melalui film, yang mana kita saksikan bersama tadi bahwa bullying itu merusak psikologi. Lewat film Arul ini membuktikan bahwa korban bullying jika tidak dibina akan memiliki jiwa traumatik, sehingga tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal yang sama dimasa depan," ungkapnya.

Menurutnya pembelajaran ini sangat penting dibandingkan dengan seminar-seminar yang biasa dilakukan, karena pendekatan dengan warga milenial di apresiasi oleh mereka dengan cara menonton.

"Pembelajaran kepada para siswa adalah bagaimana cara mereka bisa menjadi pribadi yang berani dan percaya diri bahwa dirinya tidak akan melakukan bullying karena ia di didik untuk mencintai sesama," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya, apt. R. Awaludin Nazal N., S.Farm mengucapkan terimakasih kepada elemen yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya merasa bangga menjadi yg pertama untuk menyaksikan film Arul sebelum di launching di seluruh bioskop di Indonesia.

"Kami ucapkan terimakasih, kami merasa bangga dengan digelarnya Kibar Budaya di sekolah kami, semoga kolaborasi ini menjadi motivasi dan terus berkelanjutan ke depannya, semoga para siswa kami dapat menyerap pesan moral dari film Arul dan nasihat dari para narasumber sehingga mereka menjadi pribadi yang baik dan tidak akan melakukan tindakan bullying," ucapnya.