Kisah Pilu Mak Onah, Hidup di Gubuk Reyot di Pinggiran Kota Tasikmalaya

INILAHTASIK.COM | Di sebuah rumah panggung berukuran 3×4 meter yang nyaris roboh di Babakan Karamat RT 003 RW 007, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tinggal seorang wanita renta bernama Mak Saonah (78), atau yang akrab disapa Mak Onah. Di gubuk reyot itulah, Mak Onah menghabiskan masa tuanya dengan penuh kekhawatiran.

Kondisi rumah Mak Onah sangat memprihatinkan. Atap dan dinding biliknya sudah bolong-bolong, menandakan rumah tersebut sudah tidak layak huni. Usulan perbaikan rumah Mak Onah telah berulang kali disampaikan oleh pengurus RT setempat, namun hingga kini belum ada realisasi.

Selain kondisi rumah yang memprihatinkan, kondisi fisik Mak Onah juga sudah sangat lemah. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk sekadar pergi ke kamar mandi. Untungnya, Mak Onah masih memiliki keluarga yang setia merawatnya.

Kisah pilu Mak Onah akhirnya sampai ke telinga pengurus Yayasan Padi Nusantara Sejahtera. Pada Minggu siang, 23 November 2025, pihak yayasan mengunjungi rumah Mak Onah untuk menyampaikan amanah dari para donatur berupa bantuan beras dan uang tunai.

Perjalanan menuju rumah Mak Onah tidaklah mudah. Para pengurus yayasan harus melewati jalanan menanjak dan berkelok tajam dengan kondisi infrastruktur yang rusak parah.

Yanuar M Rifqi, pengurus Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, mengaku sangat prihatin dengan kondisi Mak Onah. Ia merasa miris karena masih banyak warga jompo di Kota Tasikmalaya yang hidup dalam kesulitan ekonomi dan kurang mendapat perhatian.

“Kita setiap Rabu dan Minggu mengirimkan bantuan beras dan uang tunai untuk warga jompo kurang mampu. Di setiap momen tersebut, kita mendapati fakta bahwa sebagian besar jompo yang kita temui luput dari perhatian dan bantuan pemerintah, termasuk Mak Onah,” ujar Yanuar.

Yanuar berharap, kondisi Mak Onah menjadi perhatian serius bagi Wali Kota Tasikmalaya dan semua pihak terkait. Ia menekankan pentingnya upaya pengentasan kemiskinan yang terarah dan efektif, agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin.

Kisah Mak Onah adalah potret buram yang menggambarkan masih adanya warga Kota Tasikmalaya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Diperlukan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu mereka keluar dari kesulitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *