INILAHTASIK.COM | Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tasikmalaya sukses menggelar Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong 2025 di Rumah Potong Hewan Kota Tasikmalaya, Senin 1 Desember 2025. Acara ini menjadi ajang bergengsi bagi para peternak sapi potong untuk memamerkan kualitas ternak terbaik mereka.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, hadir dan membuka secara resmi acara yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan populasi ternak, memotivasi usaha peternakan, serta meningkatkan kualitas bibit ternak.
Kepala Bidang Peternakan DKPPP Kota Tasikmalaya, H. Cecep Kustiawan, menjelaskan bahwa kontes ini diikuti oleh peternak dari berbagai daerah. “Peserta berasal dari Kota Tasikmalaya dengan 31 ekor sapi, Kabupaten Tasikmalaya 14 ekor, Kabupaten Garut 2 ekor, dan Kabupaten Bandung Barat 1 ekor,” jelasnya.
Kategori yang dilombakan meliputi jantan non-PO (Peranakan Ongole), pedet (anakan sapi), dan kelas ekstrim.
Rd Diky Candranegara mengapresiasi antusiasme para peternak yang mengikuti kontes ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk mendorong geliat ekonomi dan menarik kunjungan dari luar daerah.
“Kita adalah kota event, para peserta kontes ini datang dari Bandung dan kota lainnya. Ini berarti banyak orang yang datang ke Tasikmalaya,” ujarnya.
Kontes ini tidak hanya meningkatkan nilai jual sapi, tetapi juga memperkuat sektor peternakan. Selain kontes, acara ini juga mengadakan kegiatan “Gemar Minum Susu” bagi anak-anak, yang bertujuan untuk memperbaiki gizi dan meningkatkan potensi di sektor peternakan sapi.
“Besok mungkin kita bisa mengadakan kontes domba atau kambing,” tambah Diky.
Menurutnya, semangat pengembangan sektor pertanian dan peternakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Diky berharap agar generasi muda tidak hanya bercita-cita menjadi presiden atau artis, tetapi juga melihat potensi besar di sektor pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya ingin jadi presiden atau artis, sehingga sektor pertanian ditinggalkan. Padahal potensinya sangat baik untuk ekonomi masyarakat,” pungkasnya.











