Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi menyelenggarakan acara Seminar Internet dan Keamanan Online di SMP Negeri 4 Tasikmalaya pada Rabu (26/11) pukul 10.40 WIB. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Literasi Teknologi dan Informasi, sekaligus sebagai bentuk kontribusi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terhadap peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Seminar ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara menggunakan internet dengan baik dan benar, serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap berbagai bahaya yang dapat muncul di dunia maya, seperti penipuan online, pencurian data pribadi, hoaks, dan cyberbullying. Mengingat bahwa pelajar SMP merupakan pengguna aktif media sosial dan internet, acara edukatif semacam ini dipandang sangat penting agar mereka tidak mudah menjadi korban kejahatan digital.
Acara dibuka oleh MC yang menyapa seluruh peserta dengan ramah, menciptakan suasana hangat dan antusias di kelas. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh pemateri dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi yang menjelaskan tentang pengertian internet, fungsi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana internet telah menjadi bagian penting di era digital. Pemateri juga menjelaskan informasi mendalam mengenai risiko dunia maya, termasuk penipuan digital (scamming), phishing, cyberbullying, penyebaran informasi palsu, hingga konten negatif yang tidak sesuai dengan usia anak-anak SMP. Untuk mengatasi hal tersebut, para siswa diberikan berbagai tips menggunakan internet secara aman, seperti membuat kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, tidak membagikan data pribadi, serta mewaspadai tautan yang mencurigakan. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya etika dalam berinternet, seperti menjaga sopan santun, tidak menyebarkan konten tanpa izin, dan menghargai privasi orang lain.Setelah penyampaian materi, MC menguji konsentrasi siswa melalui pemberian pertanyaan seputar materi. Sesi tanya jawab berjalan dengan interaktif dan menunjukkan antusiasme siswa “Dari materi yang disampaikan, saya jadi lebih paham bahwa internet itu bukan hanya untuk mencari informasi, tapi juga harus digunakan dengan aman dan bijak. Kami juga diingatkan tentang pentingnya menjaga privasi, menghindari penipuan digital, dan selalu mengecek informasi sebelum menyebarkannya,” ujar Zahwa, salah satu siswa Kelas XIII F. Acara ditutup dengan sesi pengulasan materi untuk memastikan seluruh siswa memahami pesan utama mengenai pentingnya keamanan berinternet. MC bersama pemateri mengajak para siswa meneriakkan jargon motivatif “Bijak di dunia maya, aman di dunia nyata!”, yang disambut antusias oleh kelas VIII F. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme para siswa, panitia memberikan hadiah kepada seluruh siswa yang telah mengikuti acara seminar dari awal hingga akhir dengan suasana penuh semangat dan harapan bahwa siswa-siswa kelas VIII F dapat menjadi generasi digital yang cerdas, beretika, dan terlindungi dari ancaman kejahatan cyber di masa depan.Melalui acara ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman baru tentang dunia digital, tetapi juga dibekali dengan keterampilan dasar untuk melindungi diri di internet. Dengan adanya edukasi seperti ini, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan aman. Pihak sekolah menyambut baik acara ini dan berharap adanya lanjutan edukasi digital di masa mendatang dengan cakupan materi yang lebih luas agar literasi digital di kalangan pelajar semakin meningkat. Seminar ini menjadi bukti bahwa sekolah dan perguruan tinggi dapat berkolaborasi dalam membangun kesadaran digital sejak dini demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.











