Ciamis – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan penyuluhan bertema “Internet Aman untuk Anak Hebat” di MI Persis Al Ittihad, Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, pada Senin (2/12/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai cara menggunakan internet secara aman, bijak, dan bermanfaat bagi proses belajar.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Internet kini menjadi sarana penting bagi siswa, namun juga memiliki risiko seperti konten negatif, penipuan daring, dan penyalahgunaan data pribadi yang perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, Rafka Pramudita, mahasiswa Pendidikan Sejarah Unsil selaku pemateri, menyampaikan informasi mengenai manfaat internet sekaligus potensi bahayanya. Siswa diajak berdiskusi dan diberi pemahaman mengenai cara menyaring informasi, menjaga keamanan data, serta bersikap hati-hati dalam berinteraksi di dunia digital. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga membuat siswa lebih mudah memahami pembahasan.
Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Salah satu siswa, Muhamad Khalief, kelas 6, mampu menjawab pertanyaan tentang “bahaya internet” dengan percaya diri dan jelas. Hal ini menunjukkan bahwa siswa benar-benar memperhatikan materi dan mampu memahami risiko yang disampaikan pemateri.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan literasi digital serta menerapkan etika berinternet dengan baik. Orang tua dan guru juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam mengawasi penggunaan internet di rumah agar tercipta lingkungan digital yang aman dan positif bagi anak.
Wali kelas 5 MI Persis Al Ittihad, Ibu Marwah, memberikan apresiasi atas kegiatan edukatif ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Universitas Siliwangi yang telah memberikan penyuluhan Internet Aman untuk Anak. Materinya sangat relevan bagi siswa madrasah ibtidaiyah, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala, sebagai upaya membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter di era digital, sekaligus memperkuat kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.











