Mengenal Lebih Dekat Wana Wisata Gunung Sagara

Gunung Sagara merupakan gunung di wilayah timur Kabupaten Garut. tepatnya di Kampung Sagara Desa Tenjonagara Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut.

Mengenal Lebih Dekat Wana Wisata Gunung Sagara

INILAHTASIK.COM | Garut adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, selain dikenal dengan domba garut, dodol dan jaket dari kulit, Garut juga terkenal dengan wisata Alamnya.

Mungkin buat para pendaki sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata PAGUCI (Papandayan, Guntur, Cikuray) Ketiga gunung tersebut sudah sangat terkenal dikalangan para pendaki Indonesia. 

Namun fenomena Wisata Alam Garut bertambah ketika Gunung Sagara hadir ditengah-tengah para petualang Wisata Alam terutama para pendaki gunung. 

Sejarah Gunung Sagara
Kenapa namanya Gunung Sagara.....?
Gunung Sagara ada yang menyebut dengan anak gunung kumbang, tetapi ada pula yang menyebut bahwa Gunung Sagara adalah Gunung Kumbang itu sendiri.

Mitos yang berkembang ditengah-tengah penduduk sekitar dinamakan dengan Gunung Sagara karena Gunung ini memiliki kesamaan dengan sagara (lautan), yang jika diarungi dengan tidak  bijaksana bisa menyesatkan, Ada juga yang menganggap nama sagara berasal dari sebuah danau terpendam yang ada di dalam perut Gunung yang sebagian besar hutannya masih alami.

Lokasi Gunung  Sagara
Gunung Sagara merupakan gunung di wilayah timur Kabupaten Garut. tepatnya di Kampung Sagara Desa Tenjonagara Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut. Gunung yang masih bertetangga dengan Gunung Galunggung dan Talaga Bodas ini berada di perbatasan Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. 

Tiket Masuk Gunung Sagagra
Biaya masuk atau lebih dikenal di kalangan para pendaki dinamakan SIMAKSI ke Gunung Sagara relatif bersahabat, buka setiap hari 24 jam.

SIMAKSI Rp. 20.000/Orang
Parkir Motor Rp. 5000
Parkir Mobil Rp. 10.000

Fasilitas Gunung Sagara
Fasilitas di basecamp tersedia lengkap dan cukup memadai. Terdapat lahan parkir, toilet, warung, dan masjid kecil atau musala. Di Pos 1 kedua rute terdapat warung kecil untuk beristirahat dan membeli perbekalan.

Daya Tarik Gunung Sagara
Apa saja daya tarik Gunung Sagara...?
Gunung Sagara adalah salah satu gunung yang mengitari wilayah Garut. Gunung ini  berdampingan dengan Gunung Galunggung dan Talaga Bodas. Dengan ketinggian 2.132 mdpl, puncaknya menghadirkan pemandangan alam yang tidak akan pernah terlupakan.
Kita akan disuguhkan dengan indahnya talaga bodas, menjulang tingginya gunung ciremay seta dimanjakan dengan indahnya terbit dan terbenmanya matahari

Jalur Pendakian Gunung Sagara Via Sagara
Jalur Sagara adalah jalur yang baru dibuka di tahun 2019. Ada 4 pos yang akan dilalui oleh para pendak untuk menuju puncak Gunung Sagara.

Dari bascamp menuju pos 1 kita akan disuguhkan dengan pemandangan perkebunan kopi dan sayuran warga, dan trek pendakian masih terbilang ringan. Untuk mata air terakhir masih bisa kita jumpai di pos 1 selanjutnya kita tidak akan menemukan mata air.

Setelah kita masuk kepintu rimba kita akan disuguhkan dengan berbagi macam burung yang berkicau saling bersautan menemani pendakian. Disini trek sudah mulai cukup melelahkan karena gunung sagara via sagara ini walaupun Cuma memakan waktu 3-4 jam namaun treknya bisa mempertemukan lutut dan dagu iho.

Dari pos 2 menuju pos 3 trek semakin memanjakan lutut, namun disini kita bisa menjumpai makana hutan yang bisa kita manfaatkan diantaranya begonia. Tanaman ini bisa kita makan batangnya rasanya cukup masam  dan mengandung air banyak. Pos 4 adalah area camp untuk para mendaki, mendirikan tenda dan beristirahat.

Puncak Sagara
Gunung Sagara memiliki bentuk puncak yang memanjang dari utara ke selatan. sebelum puncak terdapat area untuk berkemah. Pendaki bisa mendirikan tenda di sini untuk menunggu waktu summit attack.

Tidak butuh waktu lama untuk mencapai titik tertingginya. Hanya sekitar 4-5 menit berjalan, pendaki sudah disambut oleh panorama lereng yang memukau. Pusat perhatian sudah pasti tertuju ke sisi timur laut. Dari sini akan terlihat hamparan Danau Talaga Bodas yang menawan.(ADIN)*