Pemkab Tasik Akui Kenaikan BBM Rugikan Rakyat

Kenaikkan BBM memberatkan masyarakat, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung ke dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menyambangi Kantor Bupati Tasikmalaya menggelar unjuk rasa.

Pemkab Tasik Akui Kenaikan BBM Rugikan Rakyat

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung ke dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menyambangi Kantor Bupati Tasikmalaya untuk menggelar unjuk rasa pada Jum’at  23 September 2022.

Para pengunjuk rasa yang menuntut Pemerintah agar segera menurunkan harga BBM dan sembako tersebut berhasil mengetuk hati pejabat pemerintah atas kesediaannya menyatakan menolak kenaikan BBM yang dinilai merugikan rakyat kecil.

Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Asisten Daerah I Pemkab Tasikmalaya, Rudi Sonjaya  dengan tegas menyatakan menolak kenaikan BBM sekaligus menandatangani pernyataan tersebut di depan massa aksi yang terdiri dari Gibas, Ormas Islam, Front Persaudaraan Islam , dan sejumnlah OKP lainnya.

"Diperlukan keberanian untuk menolak kenaikan BBM ini oleh pejabat pemerintah, meskipun jabatan adalah resikonya. Kita sangat hormati pernyataan sikap Pak Asisten ini," ungkap KH. Muhamad Yan Yan Albayani.

Sementara itu, Ketua Front Persuadaraan Islam Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, KH. Anshori, dalam orasinya menegaskan bahwa pemerintah sejatinya harus mendengarkan jaritan hati rakyat, jangan pintar mendholimi tapi tak bisa memberikan rasa teduh bagi rakyatnya.

"Sudah lah BBM dinaikkan, ini Pertalite yang notabene diperlukan rakyat menghilang juga, kan aneh. Sudah saatnya rakyat bergerak untuk menghempaskan kedholiman penguasa saat ini," tegasnya.

Aksi penolakan BBM dan sembako ini pun berakhir dengan aman di bawah pengawasan aparat kepolisian dari Resort Kabupaten  Tasikmalaya. (dzm)