INILAHTASIK.COM | Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Gunung wilayah Kecamatan Mangkubumi, Jumat 9 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat fungsi kawasan hutan.
Penanaman pohon tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Camat Mangkubumi, unsur kelurahan, serta masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertujuan menjaga keberlanjutan hutan dan ekosistem alam. Pemkot Tasikmalaya, kata dia, siap mendukung penuh setiap kebijakan yang dicanangkan pemerintah provinsi.
“Ini merupakan program dari provinsi untuk menjaga kelestarian hutan. Sebagai tuan rumah, kami akan berusaha menjalankan peran sebaik mungkin dan mengikuti setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Diky di sela kegiatan.
Pada tahap awal, penanaman difokuskan pada pohon bambu. Ke depan, penanaman akan dilanjutkan dengan berbagai jenis tanaman lainnya, termasuk pohon buah-buahan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Diky juga berharap Wali Kota Tasikmalaya dapat berkunjung langsung ke lokasi melalui berbagai program yang ada, sehingga dapat melihat langsung kondisi wilayah, termasuk infrastruktur jalan dan potensi kawasan tersebut.
“Harapan kami ke depan, kawasan ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata edukasi. Selain menjaga kelestarian alam, juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Kawasan yang akan dikembangkan diperkirakan memiliki luas sekitar tiga hektare, termasuk area dengan badan air. Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyusun detail perencanaan, mulai dari jenis tanaman hingga konsep penataan kawasan. Perencanaan tersebut ditargetkan rampung pada Februari atau Maret 2026.
“Jenis pohon yang ditanam nantinya tidak akan kurang dari 20 jenis. Untuk bambu saja akan digunakan berbagai varietas, bahkan dari berbagai negara. Kami ingin penanaman ini tidak bersifat seremonial, tetapi benar-benar sesuai dengan karakter tanah dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya, program penanaman pohon ini juga merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana. Dengan lingkungan yang terjaga, manfaat positif tidak hanya dirasakan alam, tetapi juga masyarakat yang hidup di sekitarnya.
“Kita ingin lingkungan mendapat manfaat terlebih dahulu. Ketika alam terjaga, masyarakat pasti akan ikut merasakan dampak positifnya,” pungkas Diky.











