INILAHTASIK.COM | Bencana pergeseran tanah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, pergerakan tanah melanda Kampung Sukasirna, Desa Sirnajaya, pada Senin (16/02/2026) sekitar pukul 03.00 WIB saat sebagian besar warga masih terlelap.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam hari diduga menjadi pemicu utama terjadinya pergerakan tanah. Kondisi tanah yang labil tak mampu menahan debit air, sehingga mengakibatkan retakan dan pergeseran yang berdampak pada permukiman warga.
Data sementara mencatat, dua rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah lainnya rusak ringan. Tak hanya itu, sebanyak 47 rumah berada dalam kondisi terancam jika pergerakan tanah kembali terjadi. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.
Dua rumah yang mengalami rusak berat, masing-masing milik Jaelani (40) dan Wahyudin (49). Kondisi bangunan keduanya mengalami retakan parah pada bagian dinding dan fondasi, sehingga dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.
Sementara itu, tiga rumah lainnya mengalami rusak sedang. Yakni rumah milik Komar (54), Saodah (75), dan Ating (70). Ketiganya juga merupakan warga setempat yang tinggal tak jauh dari titik pergeseran tanah. Retakan terlihat pada bagian lantai dan tembok rumah, namun struktur bangunan masih berdiri.
Warga yang rumahnya terdampak maupun berada di zona rawan memilih mengungsi ke mesjid terdekat untuk menghindari risiko yang lebih besar. Aparatur desa bersama unsur relawan Tagana langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pihaknya segera turun ke lokasi begitu menerima laporan dari pemerintah setempat.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan assessment dan peninjauan ke lokasi. Fokus kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga, terutama yang rumahnya berada di zona terancam,” ujar Jembar, saat dikonfirmasi, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Karangjaya memang termasuk kawasan rawan pergerakan tanah, terlebih saat curah hujan tinggi mengguyur dalam durasi panjang.
“Kondisi kontur tanah di beberapa desa di Karangjaya relatif labil. Ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir, potensi pergeseran tanah meningkat. Kami mengimbau warga tetap waspada, khususnya jika muncul retakan baru di sekitar rumah,” tambahnya.
Sebelumnya, bencana serupa juga sempat terjadi di wilayah Kecamatan Karangjaya, tepatnya di Desa Karanglayung dan Desa Karangjaya dalam beberapa pekan terakhir. Peristiwa tersebut juga dipicu hujan deras yang menyebabkan tanah longsor dan pergerakan tanah hingga merusak rumah warga serta mengancam puluhan bangunan lainnya.
Saat ini, FK Tagana bersama pemerintah desa dan unsur terkait terus melakukan koordinasi guna menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi sementara bagi warga yang tinggal di area paling berisiko.
Warga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan memanjang di dinding atau tanah, maupun perubahan kontur permukaan tanah di sekitar permukiman.











