INILAHTASIK.COM | Upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat kembali menjadi sorotan dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut yang digelar Rabu (4/3/2026).
Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program peningkatan literasi keuangan dan pembiayaan bagi sektor produktif benar-benar dirasakan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Sekretaris Daerah Nurdin Yana, serta sejumlah pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPAKD.
Dalam paparannya, Nofa Hermawati menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 TPAKD Garut telah menjalankan delapan program yang berorientasi pada perluasan akses layanan keuangan formal bagi masyarakat. Program tersebut mencakup penguatan literasi keuangan, dukungan terhadap UMKM, serta peningkatan inklusi keuangan bagi kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, berbagai program tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mengenal layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi yang produktif.
“Upaya yang dilakukan selama 2025 merupakan langkah nyata untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal secara lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Pendekatan ini menghubungkan sektor produksi, distribusi hingga pemasaran dengan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan.
Di Garut, kata Nofa, program tersebut diarahkan pada sektor unggulan seperti peternakan dan pertanian. Melalui skema ini, pembiayaan diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan mendukung peningkatan produktivitas pelaku usaha di daerah.
Pada tahun 2026, lanjut dia, pengembangan EKI direncanakan menyasar Desa Wisata Tepas Papandayan. Program ini ditujukan untuk memperkuat sektor pariwisata lokal sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Sebelumnya, implementasi EKI di Desa Wisata Sindangkasih pada 2024 dinilai berhasil meningkatkan kapasitas usaha masyarakat sekaligus memperluas penggunaan layanan keuangan formal.
Selain sektor pariwisata, TPAKD Garut juga melanjutkan penguatan klaster peternak domba serta mendukung program UPLAND pada komoditas kentang sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Dalam forum tersebut juga diperkenalkan program BEREHAN (Berbagi Hewan Kurban). Skema ini dirancang untuk menghubungkan kebutuhan hewan kurban Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan peternak lokal, sehingga menciptakan pasar yang lebih pasti bagi para peternak di daerah.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa keberadaan TPAKD memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Ia menilai, perluasan akses pembiayaan bagi sektor produktif seperti UMKM, petani, dan peternak menjadi salah satu kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
Rapat pleno tersebut diakhiri dengan komitmen seluruh anggota TPAKD untuk memperkuat kerja sama lintas sektor. Langkah itu diharapkan mampu mempercepat perluasan akses keuangan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan ekonomi Garut yang lebih inklusif dan berkelanjutan.











