INILAHTASIK.COM | Suasana Jalan Kalawagar, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Jumat sore, 13 Februari 2026, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pengemudi ojek online (ojol) berkumpul bukan untuk menanti orderan, melainkan mengikuti agenda “Ngariung Bareng Kapolda Jabar” yang digelar serentak melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, sebagai bagian dari implementasi program unggulan “Sauyunan Jaga Lembur”.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa keberadaan ojol memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Tingginya mobilitas para driver, yang menjangkau berbagai sudut desa hingga perkotaan, dinilai menjadi potensi besar dalam membantu deteksi dini gangguan kamtibmas.
“Melalui Sauyunan Jaga Lembur, kami ingin memperkuat kolaborasi. Rekan-rekan ojol bukan sekadar pengguna jalan, tetapi mitra Polri dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujar Kapolres di hadapan para driver ojol.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka. Sejumlah driver menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait dinamika keamanan di lapangan, mulai dari kerawanan di jam-jam tertentu hingga pentingnya komunikasi cepat saat terjadi potensi gangguan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, jajaran Polres Tasikmalaya menyerahkan rompi khusus ojol yang difungsikan sebagai identitas mitra kamtibmas sekaligus penunjang keselamatan berkendara. Selain itu, bantuan paket sembako turut dibagikan sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga para driver.
Kapolres berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Ia mendorong agar komunikasi antara aparat kepolisian dan komunitas ojol terus terjalin secara aktif.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab bersama. Jika ada hal mencurigakan di lingkungan masing-masing, segera sampaikan. Kita jaga lembur kita dengan sauyunan,” tegasnya.











