Pj Wali Kota Tasik Ajak OPD, BUMN dan BUMD Jadi Orang Tua Asuh

PJ Wali Kota Tasikmalaya juga akan mempelajari sebab musababnya terjadinya kasus stunting di Kota Tasikmalaya.

Pj Wali Kota Tasik Ajak OPD, BUMN dan BUMD Jadi Orang Tua Asuh
Ratas Kajian Audit Stunting di Aula Balekota Tasikmalaya | Foto: Seda

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menangani permasalahan sosial stunting di masyarakat.

Selain memaksimalkan tugas dan fungsi tenaga-tenaga kesehatan yang ada di berbagai fasilitas kesehatan (faskes), Pemkot juga mengajak seluruh OPD serta BUMN dan BUMD untuk menjadi bapak asuh.

Penjabat (Pj) Walikota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah menegaskan bahwa pihaknya akan menyusun program strategis dalam menangani permasalahan stunting ini agar tidak menjadi kendala lagi bagi semua.

"kita akan menjajaki dan membangun komunikasi lebih inten lagi bagi pimpinan BUMN dan BUMD yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya agar mau membantu anak-anak yang mengalami stunting,"ungkap Cheka Virgowansyah Saat Ratas Kajian Audit Kasus Stunting di Aula Balekota Tasikmalaya Kamis 24 Npvember 22, sore.

"Stunting ini tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, sehingga perlu kita ajak perusahaan-perusahaan baik BUMN, BUMD termasuk para OPD agar terdorong hatinya membantu anak stunting ini, atau menjadi bapak asuh," tuturnya.

Cheka juga mengaku akan mempelajari sebab musababnya terjadinya kasus stunting di Kota Tasikmalaya.

"kita mau melihat kondisi anak stunting, mendata dengan by name by address agar penanganannya bisa lebih cepat dan tepat. Penanganan stunting harus dimulai sekarang, bekerja sekuat yang kita bisa, yang jelas apa yang kita miliki serta kemampuan apa yang kita berikan akan kita lakukan guna pengentasan stunting di Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kota Tasikmalaya, Nunung Kartini mengungkapkan, angka stunting sudah mengalami penurunan, dari tahun lalu sebesar 14,81 persen sampai Oktober lalu menurun menjadi 12,68 persen.

"Kita akan bekerja keras untuk menyelesaikan masalah stunting ini, mari berkolaborasi untuk menuntaskan masalah stunting ini," sebut Nunung.

Dirinya pun menjelaskan, kasus anak stunting di wilayah Kota Tasikmalaya saat ini sebanyak 5.700 anak, sehingga ini perlu mendapat perhatian serius"perlu kesadaran kita semua untuk membantu anak-anak yang mengalami stunting, mereka ini terlahir dari keluarga yang tidak mampu," tandasnya.(Seda)