INILAHTASIK.COM | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dengan tema Bergerak Berdampak. Acara berlangsung di Graha UMTAS, kamis 18 september 2025 dan dihadiri sekitar 250 mahasiswa baru.
Materi utama disampaikan oleh para dosen FKIP serta mitra kampus, di antaranya Kendra Radiansyah, S.Pd., M.M. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Mahasiswa harus menyadari bahwa ilmu yang dipelajari bukan sekadar untuk diri sendiri, melainkan harus memberi manfaat yang luas,” ujarnya.
Materi tersebut dikaitkan dengan pandangan filosofis bahwa pengetahuan hanya bernilai ketika berbuah pada tindakan nyata. Pendidikan, menurut Kendra, seharusnya menjadi ruang dialektika antara akal dan nurani, antara teori dan kenyataan hidup. Dengan demikian, ilmu tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi bergerak melintasi batas menuju masyarakat.
Dalam konteks Muhammadiyah, pendidikan dipahami sebagai tajdid. pembaharuan, yakni menghadirkan perubahan sosial berlandaskan iman dan amal saleh.
“Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi insan yang bergerak, bukan berhenti pada wacana. Dan setiap gerakan itu diukur dari dampaknya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” kata Kendra.
Ketua pelaksana PKKMB, Arni Apriani, S.Pd., M.Pd., yang juga kandidat doktor, menuturkan bahwa tema ini dipilih agar mahasiswa baru sejak awal memiliki orientasi bergerak aktif sekaligus memberi pengaruh positif di lingkungannya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pengenalan nilai, budaya, dan visi akademik FKIP UMTAS. Melalui PKKMB, mahasiswa diharapkan memahami peran strategis mereka sebagai calon guru yg akan membentuk generasi mendatang.











