INILAHTASIK.COM | Menghadapi potensi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Polres Tasikmalaya mulai memperkuat kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan bencana. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menempatkan alat berat di Pos Pengamanan Tapal Kuda untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama mengatakan, penempatan alat berat tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi jalur tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini memang sedang tidak diguyur hujan. Namun perubahan cuaca yang tidak menentu tetap perlu diwaspadai karena wilayah jalur Salawu–Garut kerap mengalami longsor saat curah hujan tinggi.
Ia menjelaskan, apabila terjadi longsor yang menutup badan jalan dan menghambat arus kendaraan, alat berat yang sudah disiagakan dapat langsung digunakan untuk melakukan pembersihan material sehingga lalu lintas bisa segera kembali normal.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan tambahan alat berat agar proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi bencana. Rencananya akan ada dua unit alat berat yang disiagakan di kawasan tersebut.
“Satu unit alat berat berasal dari pemerintah provinsi, sementara satu unit lainnya dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan adanya dua alat berat, proses penanganan longsor di jalur tersebut diharapkan bisa lebih efektif,” kata AKBP Wahyu, Minggu 15 Maret 2026.
Sementara itu, operator alat berat, Rosidin, menjelaskan bahwa alat berat yang telah tiba di lokasi merupakan milik Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menyebutkan alat tersebut baru tiba di Pos Pam Tapal Kuda pada hari yang sama dan langsung disiapkan untuk siaga menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Kapolres menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, jalur Salawu–Garut dikenal sebagai kawasan yang cukup rawan longsor, bahkan beberapa kali terjadi bencana dengan skala besar dan menghambat arus kendaraan dalam waktu lama.
“Oleh karena itu, kehadiran lebih dari satu alat berat dinilai penting untuk mempercepat proses evakuasi apabila terjadi longsor,” ungkapnya.











