Potret Kemiskinan di Kota Tasikmalaya, Mak Fatimah Tinggal di Gubuk Reyot Layaknya Kandang Ternak 

INILAHTASIK.COM | Mak Fatimah (61) warga RT 002 RW 009 Sindangkasih, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, adalah contoh nyata dari kehidupan yang penuh keterbatasan. 

Ia hidup dalam rumah yang tidak layak, dengan kondisi yang lebih menyerupai kandang ternak daripada tempat tinggal manusia. Minimnya penerangan membuat rumahnya gelap dan tidak nyaman.

Rumahnya tidak memiliki fasilitas dasar seperti MCK (Mandi, Cuci, dan Kakus), sehingga Mak Fatimah harus melakukan kegiatan sehari-harinya dengan sangat terbatas. Dapur yang hanya dilengkapi dengan tungku sederhana menambah kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dinding bilik rumah Mak Fatimah sudah lapuk dan tidak lagi mampu melindungi dari terpaan angin dan hujan. Atap rumah yang sebagian menggunakan pelepah daun kelapa juga tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai.

Mak Fatimah menjalani hidup dengan penuh tantangan dan keterbatasan. Ia berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan sumber daya yang sangat terbatas. 

Kehidupan Mak Fatimah menjadi contoh nyata dari banyaknya masalah kemiskinan dan keterbatasan yang masih dihadapi oleh banyak warga miskin di Kota Tasikmalaya.

Meski ujian hidup yang dijalaninya dirasa memberatkan, namun darinya kita belajar arti kehidupan. Meski dalam kondisi sulit, beliau tidak mengeluh akan keadaan. Pribadinya yang dikenal alim dan taat beribadah, menjadi kunci kesabaran Mak Fatimah menjalani hidup.

Sepeninggal suaminya pada 2003 silam, ia kini tinggal seorang diri di gubuk reyot tersebut, warisan dari orang tuanya.

“Hari ini kita mendapati kembali potret kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Perempuan paruh baya, tinggal seorang diri disebuah gubuk reyot, yang lebih layak digunakan sebagai kandang ternak, ketimbang tempat tinggal manusia,” ujar Ustad Agus Marwan, pengurus Yayasan Padi Nusantara Sejahtera, usai memberikan bantuan beras dan uang tunai untuk Mak Fatimah, Minggu 5 Oktober 2025.

“Ini tamparan keras bagi kita semua, terutama para pemangku kebijakan di kota ini. Mereka telah abai terhadap kondisi yang dihadapi rakyatnya, membiarkan seorang perempuan paruh baya tinggal di tempat yang tidak layak,” tambah Ustad Agus.

Pihaknya mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya agar segera turun tangan membantu Mak Fatimah, agar dapat menikmati kehidupan yang layak, serta dapat merasakan bahwa pemerintah hadir membersamainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *